Bupati Pamekasan, DR K.H. Kholilurrahman, S.H, M.Si, saat melanti pejabat administrator baru.
Pamekasan, Bhirawa. Dalam mengisi jabatan di lingkungan organisasi peeangkat Daerah (OPD) Bupati K.H. Kholilurrahman melantik Sembilan Pejabat Administrator, di Peringgitan Dalam Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (2/10).
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah berlangsung hikmat, dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, pimpinan DPRD Pamekasan, Sekdakab Pamekasan, Taufikkurchman, diawali pembacaan SK Bupati Pamekasan oleh Kepala BKDSDM Pamekasan, Mohammad Alwi.
Pejabat Administrator ditempatkan di Inspektorat Daerah, Hennie Surjawidjaja sebagai sekretaris; Ugo Suprayugo sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I; Muhammad Saifuddin sebagai Inspektur Pembantu Wilayah IV; Abdul Basith Zamzami sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III; dan Kadarusman sebagai Inspektur Pembantu Wilayah V.
Pejabat ditempatkab Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), yakni Argina Barkat Rakhmatullah sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk; Abdul Hayat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil; serta Dedy Setiawan sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan.
Sedangkan, Indah Herawati dipercaya menjabat Kepala Bagian Program Perencanaan, pada RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Bupati Pamekasan kepada pejabat administrator yang baru dilantik menempati posisi masing-masing di Inspektorat, Disdukcapil dan RSUD agar bekerja profesional, memperkuat tata kelola dan kinerja birokrasi, serta mengutamakan kebutuhan masyarakat dalam kualitas pelayanan publik.
“Jabatan administrator dipercayakan kepada saudara disetiap bidangnya masing-masing bukan sekadar untuk peningkatan karier, melainkan amanah dengan tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata,” ucap Bupati dalam sambutannya.
Ditandaskan, jabatan administrator memiliki posisi yang sangat strategis. Saudara bukan hanya pelaksana kebijakan pimpinan, tetapi juga penggerak organisasi, pengendali pelaksanaan tugas, pembina bawahan, sekaligus penanggung jawab pencapaian kinerja pada unit kerja masing-masing.
Kepada pejabat Inspektorat tidak hanya berfokus menemukan kesalahan, tetapi juga memberikan solusi, melakukan pembinaan, dan mencegah penyimpangan.
“Bangun pengawasan profesional, obyektif, independen, dan berintegritas. Jadikan Inspektorat sebagai mitra strategis seluruh perangkat daerah, mewujudkan pemerintahan bersih dan akuntabel,” pintanya.
Bupati mengapresiasi layanan Extra Time Disdukcapil, meminta pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dan cepat sertapencegahan pungutan liar, serta pemberian hak pelayanan yang sama, kepada seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
”Saya mengapresiasi layanan Extra Time Disdukcapil, yang berupa pelayanan malam. Hal ini mendapat respons positif masyarakat dan pengakuan dari instansi tingkat lebih tinggi,” ungkapnya.
Untuk pejabat di lingkungan RSUD supaya memperkuat manajemen pelayanan, kedisiplinan, dan koordinasi tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung.
”Karena itu, kepercayaan yang diberikan pemerintah harus dijawab dengan hasil kerja, bukan sekadar janji maupun laporan administratif,” harapan mantan Anggota DPR RI ini. [din.hel].


