Pemkab Tulungagung, Bhirawa
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, meminta RSUD dr Iskak Tulungagung tetap mengedepankan pelayanan yang optimal pada masyarakat. Utamanya, pelayanan yang humanis.
“Saya minta seluruh Tim RSUD dr Iskak tetap mengedepankan pelayanan yang humanis,” ujarnya saat membuka pelatihan peningkatan kualitas pelayanan di RSUD dr Iskak Tulungagung, Rabu (15/4).
Selain itu, ia juga meminta seluruh karyawan rumah sakit milik Pemkab Tulungagung itu tetap semangat dalam bekerja dan menjaga kekompakan. “Ini semua pada akhirnya akan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang seoptimal mungkin bagi masyarakat Tulungagung,” sambungnya.
Plt Bupati Baharudin juga menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut. Terlebih pelatihan menghadirkan lembaga motivator yang menjadikannya sangat relevan. “Karena pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek batiniah, spiritual, dan nilai-nilai keikhlasan dalam bekerja,” paparnya.
Sebelumnya, Plt Bupati Baharudin mengatakan masyarakat yang datang ke RSUD dr. Iskak pada dasarnya tidak hanya membawa harapan untuk sembuh dari penyakit yang diderita. Namun juga membawa harapan untuk mendapatkan pelayanan yang baik, ramah, dan manusiawi.
“Harapannya, dengan bekal ilmu medis yang kuat dan kemampuan komunikasi yang baik, seluruh petugas di RSUD dr Iskak mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya menyembuhkan secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan secara psikologis dan kepuasan bagi masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini, mengungkapkan pelatihan akan dilaksanakan dalam dua sesi. Yakni pada rabu (15/4) dan Selasa (21/4) pekan depan. “Pembagian sesi ini dimaksudkan agar pelaksanaan pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan kesempatan kepada seluruh unsur pegawai untuk dapat mengikuti kegiatan dengan optimal tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menyebut setiap sesi pelatihan akan diikuti oleh 80 peserta, sehingga total peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 160 orang. Pesertanya pun berasal dari berbagai unsur di lingkungan rumah sakit, meliputi jajaran manajemen, tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat, serta tenaga kesehatan lainnya seperti farmasi, gizi, dan laboratorium.
“Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tenaga penunjang, antara lain petugas keamanan, tenaga kebersihan, serta tenaga pendukung lainnya yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman dan berkualitas,” pungkasnya.[wed.ca]


