Sidoarjo , Bhirawa. – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo menggelar aksi nyata dalam memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia (World Patient Safety Day 2026). Seluruh pegawai rumah sakit berkumpul di Ruang Bale Bumi Mojopahit, Kamis (17/9) kemarin, untuk mengucapkan deklarasi komitmen keselamatan pasien demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, ramah, dan prima.
Plt. Direktur Utama RSUD Notopuro Sidoarjo, Dr. Prima Dessy Rakhmawati, M.Kes, menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas hospitalia untuk selalu mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam merawat pasien.
“Dengan mengingat Hari Keselamatan Pasien Sedunia, kita kembali menyegarkan ingatan akan pentingnya SOP. Merawat pasien harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai aturan kesehatan agar pasien selamat serta lekas sembuh. Kita harus mencegah terjadinya kesalahan dalam perawatan,” ujar Dr. Prima.
Dirinya minta agar bisa menghapus stigma Rumah Sakit ‘Galak”. Dr. Prima menekankan pentingnya faktor psikologis dalam proses penyembuhan. Menurutnya, rasa sakit kerap kali dipicu atau diperparah oleh beban pikiran.
Oleh karena itu, suasana rumah sakit yang menakutkan harus diubah menjadi lingkungan yang menenangkan dan membahagiakan bagi pasien. Pelayanan yang ramah, sikap sopan santun dan ramah, tegasnya wajib diterapkan oleh seluruh elemen rumah sakit tanpa terkecuali-mulai dari Satpam, petugas administrasi, hingga perawat.
Sebagai instansi pelayanan publik, RSUD Notopuro Sidoarjo , juga wajib memberikan pelayanan prima yang humanis. Diantaranya, komunikasi Jelas, petugas medis diminta menjelaskan kondisi penyakit dengan baik kepada pasien dan keluarganya agar tidak ada kesalahpahaman. Pasien menurutnya adalah Mitra. Melalui deklarasi tahunan ini, pegawai diingatkan bahwa pasien adalah mitra pelayanan yang harus dihormati dan dilayani dengan senyuman.
“Hapus stigma lama bahwa rumah sakit bersikap “jahat dan ketus” itu harus dihilangkan sepenuhnya,” tegasnya.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Notopuro Sidoarjo, Ika Novia, SKM, menjelaskan bahwa agenda ini diikuti oleh sekitar 37 unit kerja yang ada di lingkungan rumah sakit. Tidak hanya pegawai, RSUD Notopuro juga melibatkan para mahasiswa dari Poltekkes yang sedang mengemban praktik.
“Kami melibatkan mahasiswa Poltekkes agar sejak dini, sebelum lulus dan terjun ke dunia kerja, mereka sudah tertanam kesadaran tinggi untuk menjaga keselamatan pasien,” kata Ika Novia.
Sebagai rumah sakit Kelas A, RSUD Notopuro Sidoarjo menangani berbagai jenis penyakit kompleks, khususnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kanker, saraf, ginjal, jantung, dan stroke. Berdasarkan data rumah sakit, kasus jantung dan stroke menduduki peringkat teratas sebagai penyakit yang paling banyak ditangani.
Guna mengantisipasi dan menangani hal tersebut secara cepat, Ika Novia menginformasikan bahwa RSUD Notopuro kini memiliki layanan “Stroke Coach”
“Masyarakat yang mulai merasakan gejala awal bisa segera melakukan konsultasi di layanan Stroke Coach ini. Penanganan sejak dini jauh lebih baik untuk mencegah fatalitas daripada mendapati kondisi yang sudah terlambat,” pungkasnya.
Acara deklarasi yang berlangsung khidmat di Ruang Bale Bumi Majapahit tersebut diakhiri dengan yel – yel bersama untuk memperkuat komitmen bersama, mulai dari seluruh jajaran manajemen dan pegawai RSUD Notopuro Sidoarjo. (kus.hel)




