29.3 C
Sidoarjo
Sunday, November 8, 2026
spot_img

Pendampingan BI Kediri Dongkrak Usaha KKUD Tani Jaya Madiun

Kabupaten Kediri, Bhirawa. – Koperasi Konsumen Unit Desa (KKUD) Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, terus mengembangkan usaha melalui pendampingan dan pembinaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri.

Berdiri sejak 1975, koperasi dengan 2.715 anggota dan 32 karyawan tersebut kini mengelola lima unit usaha yang turut mendukung perekonomian masyarakat desa serta ketahanan pangan.

Kepala Seksi Kehumasan KPwBI Kediri, Andriyono Raharjo, mengatakan penguatan koperasi menjadi salah satu upaya mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan. Pengendalian inflasi, menurutnya, tidak cukup dilakukan melalui kegiatan di sisi hilir, tetapi juga perlu diperkuat dari sektor produksi dan pengolahan hasil pertanian.

“Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di sisi hilir seperti pasar murah, tetapi juga perlu diperkuat dari sisi hulu, terutama produksi dan pengolahan hasil pertanian,” jelas Andriyono pada kesempatan kunjungan KPwBI Kediri bersama media, Kamis (5/11).

Melalui pendampingan dan pelatihan, BI mendorong KKUD Tani Jaya meningkatkan kapasitas usaha, termasuk penerapan pertanian digital dan pemasaran digital. Pembinaan tersebut telah berjalan sejak 2023-2024, dengan menyasar penguatan ketahanan pangan, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan usaha koperasi.

Ketua KKUD Tani Jaya, Suparno, mengatakan lima unit usaha yang dikelola meliputi simpan pinjam, pengadaan pupuk bersubsidi dan nonsubsidi, penggilingan padi, perdagangan atau pertokoan, serta layanan jasa. Perkembangan usaha tersebut tidak lepas dari upaya pengurus memperluas pelayanan kepada anggota maupun masyarakat umum.

Berita Terkait :  Disperindag Jatim Terapkan Sistem LCT untuk Transaksi Ekspor-Impor

Unit penggilingan padi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketersediaan beras. Manajer KKUD Tani Jaya, Sarwono, menjelaskan, koperasi tidak hanya membeli gabah petani, tetapi juga melakukan pengeringan, pengolahan hingga pengemasan beras untuk dipasarkan.

Beras hasil produksi koperasi dipasarkan melalui gerai pertokoan milik KKUD Tani Jaya dan sejumlah koperasi mitra, termasuk koperasi wanita di Kabupaten Madiun. Koperasi juga menampung gabah sebagai cadangan untuk menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan beras ketika pasokan mengalami perubahan.

Selain penggilingan padi, unit perdagangan juga terus dikembangkan. Saat ini KKUD Tani Jaya memiliki empat toko yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Pengelolaannya telah menggunakan sistem komputerisasi dengan konsep pelayanan ritel modern.

Koperasi juga menyiapkan satu gerai baru. Pengembangan jaringan pertokoan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus menghadapi persaingan usaha. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menjaga harga kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula, tetap kompetitif.

Sarwono menyebut pendampingan BI turut mendorong peningkatan kapasitas usaha pertokoan, terutama melalui penguatan pemasaran digital. Setelah mendapatkan pembinaan, omzet usaha pertokoan disebut mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen.

Di sektor pertanian, BI juga memfasilitasi pelatihan bagi kelompok tani, antara lain penerapan pemupukan ramah lingkungan dan pertanian digital. Petani diperkenalkan dengan perangkat untuk mengukur tingkat keasaman tanah atau pH serta mengetahui kebutuhan pupuk agar penggunaannya lebih efisien.

Berita Terkait :  Hari Pers Nasional 2026, PWI dan RS KMU Lamongan Cegah Resiko Kebutaan Akibat Diabetes

Adapun unit layanan jasa menyediakan berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, mulai pembayaran listrik, pajak kendaraan, transfer uang, hingga penyaluran bantuan pemerintah. Layanan tersebut memudahkan warga mengakses berbagai kebutuhan tanpa harus pergi jauh dari lingkungan tempat tinggal.

Terkait keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sarwono mengatakan KKUD Tani Jaya siap berjalan beriringan. Menurutnya, kedua koperasi tetap dapat menjalankan peran masing-masing, terutama dengan mengembangkan layanan dan usaha nonsubsidi.

“Kami bisa berjalan beriringan dengan KDMP. Jika KDMP melayani kebutuhan subsidi pemerintah, KUD masih bisa mengembangkan layanan dan usaha nonsubsidi,” tandasnya.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!