Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jemput bola mengotimalkan program bantuan perkuliahan yang menyasar keluarga miskin (gaskin) dan pramiskin.
Program tersebut merupakan tindak lanjut Pemberian bantuan biaya perkuliahan/pendidikan, dimana kebijakan menggantikan skema sebelumnya Beasiswa Pemuda Tangguh. Senin, (27/4/2026)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan bahwa program ini ialah menindaklanjuti arahan Wali Kota Eri Cahyadi (tentang) program 1 KK 1 Sarjana, dibantu melalui bantuan biaya perkuliahan.
“Pemkot Surabaya memperluas kerjasama dengan perguruan tinggi, pada tahun 2026, kerja sama tidak cuman dengan perguruan tinggi negeri (PTN), tapi juga swasta,” ujarnya.
Lanjut Herry menjelaskan terdapat 65 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan pemkot, meliputi 15 PTN dan 50 PTS, bantuan diberikan meliputi uang kuliah tunggal (UKT) Rp2,5 juta dan uang saku Rp300 ribu per bulan selama 10 bulan setiap tahun hingga mahasiswa lulus.
“Kuota bantuan perkuliahan mencapai sekitar 23.860 penerima, sekarang sekitar 11.600 mahasiswa yang telah memanfaatkan program tersebut,” katanya.
Herry memastikan proses seleksi calon penerima bantuan biaya perkuliahan dilakukan ketat untuk menghindari penyalahgunaan bantuan, nantinya selain berbasis data, verifikasi juga dilakukan dengan turun langsung ke lapangan.
“Kami punya tim seleksi, jika masih meragukan nanti turun ke lapangan benar-benar survei, dan itu terdokumentasikan, bantuan biaya perkuliahan hanya diberikan pada warga yang memenuhi kriteria, misal ditemukan pelanggaran, penerima akan didiskualifikasi, diutamakan Desil 1 sampai dengan 5 untuk mendapatkan bantuan biaya perkuliahan,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Sawahan Surabaya, Kanti Budiarti, mengukapkan telah melakukan penyisiran warga sejak dua bulan lalu dengan metode door to door.
“Kami dari Kecamatan Sawahan, sebenarnya sudah dua bulan yang lalu, sebelum lebaran, pas puasa kami sudah turun ke lapangan, pendataan dilakukan bersama kelurahan, RT/RW, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) dengan mengacu pada data warga desil 1 hingga 5,” ucap Kanti.
Kanti menambahakan tercatat 2.041 pemuda dalam kategori desil 1 sampai 5, dengan 204 di antaranya sudah berstatus mahasiswa, pihaknya mendorong para pemuda untuk mendaftar program bantuan perkuliahan. [ren.kt]


