Lamongan, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan survei potensi kekeringan pada lahan pertanian sekaligus menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pertanaman padi pada musim kemarau.
Salah satu intervensi yang disiapkan ialah penguatan irigasi perpompaan dan perpipaan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Dani Gartina telah mengecek kesiapan lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan, di Desa Kramat, Lopang, dan Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Selasa (11/8).
Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Dani Gartina, Selasa (11/8), menyampaikan salah satu lokasi memiliki rumah pompa yang diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air hingga sekitar 600 hektare lahan.
Untuk mengoptimalkan operasionalnya, masih diperlukan dukungan jaringan serta penyambungan listrik resmi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan Mugito menjelaskan, pemetaan lahan berpotensi kekeringan masih terus dikompilasi.
Sejumlah lahan telah mendapatkan bantuan melalui program bantuan pompa dan irigasi perpipaan, sementara kebutuhan yang belum tertangani akan segera diusulkan untuk mendapatkan intervensi.
Sebelumnya, bantuan pompa dan irigasi perpipaan juga telah dimanfaatkan di Desa Jubel Kidul dan German, Kecamatan Sugio, serta sejumlah wilayah lainnya.
Upaya tersebut merupakan dukungan akan pemenuhan kebutuhan air, karena ketersediaan air menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. [yit.gat]


