Kabupaten Mojokerto, Bhirawa. – Sedikitnya 2.150 jiwa warga Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto menggantungkan harapan ekonomi lebih baik, akses sosial lebih cepat kepada Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI di wilayah Kodim 0815/Mojokerto.
Jembatan berlokasi di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, sepanjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter ini membenteng di atas Sungai Gede selebar 20 meter. Jika pembangunannya selesai akan membuka akses jalan di dua Desa yakni Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu dengan Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal
Pantauan di lapangan, Selasa (11/8) pengerjaan jembatan kini memasuki tahap pemasangan dan penataan sling baja sebagai bagian penting dari konstruksi jembatan gantung. Progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 70%.
Sejumlah pekerjaan utama telah rampung, diantaranya galian dan urugan tanah, pondasi footplat beton K-350, pondasi cyclop batu kali, beton block dan block kait angin, pemasangan angkur, serta pembangunan tiang pylon siku dengan panjang 4,5 meter.
Pada bagian konstruksi baja, pemasangan sling baja utama berdiameter 1,5 inci dan sling bawah berdiameter 1 inci telah mencapai 100%. Sementara pemasangan sling baja kait angin berdiameter 1/2 inci saat ini terus dikerjakan dan telah mencapai 50%. Di lokasi, personel TNI bersama teknisi dan masyarakat tampak bergotong royong menarik, memasang, serta menata sling baja yang menjadi bagian vital dalam menopang konstruksi jembatan.
Selain pengerjaan sling, pembangunan lantai jembatan juga terus dilanjutkan dengan capaian sekitar 60%. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan kerja.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, Kapten Inf Budiono menyampaikan, pembangunan terus dikebut dengan melibatkan personel TNI, teknisi dan masyarakat. Pekerjaan terus diarahkan pada penyelesaian konstruksi utama, termasuk pemasangan dan penataan sling baja serta pengerjaan lantai jembatan. Gotong royong antara personel di lapangan dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.
Kapten Budiono menambahkan, jembatan ini memiliki manfaat strategis bagi masyarakat sekitar karena menjadi akses yang lebih dekat bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi para pekerja pertanian dari Dusun Sukosari yang beraktivitas di lahan pertanian wilayah Desa Tumapel.
Sementara itu, Kiptiah (55), warga Dusun Dempel, Desa Tumapel, mengaku sangat senang dengan dibangunnya Jembatan Gantung Perintis Garuda. Menurutnya, selama ini masyarakat yang hendak beraktivitas menuju wilayah seberang harus menempuh perjalanan memutar dengan jarak yang lebih jauh.
”Saya sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan ini. Nanti masyarakat lebih mudah untuk beraktivitas karena tidak perlu lagi memutar jauh. Apalagi jembatan ini menghubungkan Dusun Dempel dengan wilayah Dusun Sukosari,” ungkap Kiptiah. [min.fen]


