29.3 C
Sidoarjo
Sunday, November 8, 2026
spot_img

Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen, Antisipasi Banjir Tiga Kelurahan

Kota Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperketat langkah antisipasi menghadapi peningkatan curah hujan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama jajaran Kecamatan Blimbing, pembersihan saluran drainase dan sungai digenjot lewat Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), Minggu (8/11).

Langkah ini difokuskan menyusul peta kerawanan banjir yang mengidentifikasi tiga kelurahan di Kecamatan Blimbing sebagai wilayah prioritas, yakni Kelurahan Purwodadi, Blimbing, dan Purwantoro.

Camat Blimbing, I Ketut Widi Eka Wirawan, mengungkapkan bahwa kondisi geografis wilayahnya yang memiliki kontur curam serta kepadatan permukiman di sepanjang sempadan sungai menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan banjir.

“Dengan berbagai keterbatasan, kami maksimalkan sinergi dan gotong royong bersama warga. Kami angkut sampah dan sedimen secara manual agar tidak menghambat aliran sungai,” ujar Ketut di sela-sela kegiatan GASS.

Fokus Pembersihan dan Kendala Lapangan

Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, merinci bahwa kegiatan GASS kali ini menyasar sejumlah titik krusial. Lokasi tersebut meliputi aliran Sungai Mewek yang melintasi Kelurahan Balearjosari dan Arjosari, serta Sungai Muharto di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang.

Pembersihan difokuskan pada pengangkatan sampah domestik, endapan lumpur, hingga tanaman liar yang menghambat arus air. Di Sungai Mewek, petugas bahkan mendapati rumpun bambu tumbang yang menyumbat alur sungai.

“Menjelang musim hujan, biasanya ada sampah yang tersangkut di drainase. Tadi juga ada rumpun pohon bambu yang tumbang ke sungai. Sehingga, perlu dilakukan perapian dan pembersihan agar tidak menghambat aliran dan tidak menyebabkan banjir,” terang Gamaliel.

Berita Terkait :  Khofifah - Pangdam Perkuat Kolaborasi RTLH hingga KMP

Ia menilai, secara umum kapasitas infrastruktur sungai dan saluran drainase di Kota Malang sebenarnya sudah cukup memadai. Namun, fungsi aliran air kerap terganggu akibat sedimentasi, tumpukan sampah, serta material vegetasi yang menghalangi jalur air.

Libatkan Lintas Sektor dan Program RT Berkelas

Gerakan masif ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat kelurahan, Linmas, pengurus RT/RW, warga setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, hingga unsur TNI dari jajaran Koramil.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Gamaliel memastikan bahwa program GASS akan rutin digelar setiap pekan di seluruh kelurahan di Kota Malang, dengan penyesuaian kondisi wilayah masing-masing. DLH juga menyiapkan dukungan armada dan peralatan pendukung, mulai dari alat berat hingga gergaji mesin (chainsaw).

Selain GASS, Kecamatan Blimbing turut mengoptimalkan inovasi lokal melalui program RT Berkelas guna memperkuat mitigasi banjir berbasis komunitas. Sementara itu, untuk wilayah Kelurahan Arjosari, pihak kecamatan mencatat potensi genangan yang kerap terjadi umumnya bersifat sementara. [mut.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!