27.8 C
Sidoarjo
Thursday, July 2, 2026
spot_img

Pembiayaan Penyakit Jantung Capai Rp116,8 Miliar, Klaim Tertinggi di BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung

Tulungagung, Bhirawa. -Klaim biaya terbesar untuk penyakit katastropik di BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung masih yang tertinggi. Tahun 2025 lalu, klaim pembiayaannya mencapai Rp 116,817 miliar dan pada tahun 2026 sampai bulan Mei sebesar Rp 48,738 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, usai mengikuti acara Public Ekspose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 secara daring di Kantor BPJS Cabang Tulungagung, Kamis (2/7), mengungkapkan selama tahun 2025 terdapat 222.974 kasus penyakit jantung. “Jumlah tersebut tersebar di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan,” ujarnya.

Menurut dia, dengan jumlah sebanyak 222.974 kasus, klaim pembiayaan yang dibayar oleh BPJS Kesehatan mencapai Rp 116,817 miliar. “Dan di tahun 2025 sampai bulan Mei, jumlah kasusnya sejumlah 89.054 kasus dengan klaim pembiyaan Rp 48,738 miliar,” tambahnya.

Fitriyah Kusumawati mengakui jika penyakit jantung masih yang tertinggi pembiayaannya untuk diagnosa penyakit katastropik di BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung. Selain juga penyakit stroke yang menempati urutan kedua.

“Untuk penyakit stroke pada tahun 2025 sebanyak 139.770 kasus dengan jumlah biaya Rp 58,855 miliar dan pada tahun 2026 sampai bulan Mei dengan jumlah 58.341 kasus dengan jumlah biaya Rp 25,106 miliar,” paparnya.

Sedang jumlah kasus penyakit katastropik lainnya, lanjut dia, pada tahun lalu yang terbanyak lagi adalah penyakit gagal ginjal sebanyak 73.775 kasus, kemudian penyakit kanker (52.808 kasus), penyakit sirosis hati (3.426 kasus), penyakit thalasemia (1.758 kasus) dan penyakit hemofilia (82 kasus). “Sementara untuk tahun 2026 sampai bulan Mei, juga sama secara urut-urutan dominasinya pada tahun 2025, meski jumlah kasusnya berbeda,” terangnya.

Berita Terkait :  Agar Aman Ditinggal Mudik, Polres Gresik Buka Penitipan Kendaraan Gratis

Sebelumnya, dalam acara Public Ekspose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Dirut BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan pendapatan iuran JKN secara nasional pada tahun 2025 sejumlah Rp 176,72 triliun. Meningkat dari tahun 2024 yang sejumlah Rp 165,34 triliun. “Kolektibilitas iuran JKN tahun 2025 sebesar 99,49 persen. Sedang di tahun 2024 sebesar 99,17 persen,” katanya.

Ia pun menyebut untuk membiayai operasi jantung satu peserta yang diperkirakan senilai Rp 150 juta, diperlukan iuran dari 4.286 orang peserta JKN kelas III. Begitu pun untuk membiayai kemoterapi kanker yang satu peserta membutukan biaya Rp 600 jutaan, diperlukan iuran dari 17.413 peserta JKN kelas III.

Prihati Pujowaskito juga menyampaikan jika aat ini BPJS Kesehatan mempunyai jaringan kantor mulai kantor pusat sampai kantor kabupaten/kota. Rinciannya, satu kantor pusat, 12 kantor kedeputian wilayah, 126 kantor cabang dan 387 kantor kabupaten/kota. Sementara jumlah pegawainya sebanyak 10.214 pegawai. Termasuk di dalamnya 543 petugas BPJS SATU yang bertugas di rumah sakit.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!