27.8 C
Sidoarjo
Thursday, July 2, 2026
spot_img

Liburan Lebih Bermakna, Arumi Bachsin Dorong Orang Tua Ajak Anak Main Permainan Tradisional

Kota Malang, Bhirawa. – Sambut liburan sekolah, para orang tua didorong memanfaatkan waktu bersama anak-anak untuk kembali ke permainan tradisional yang sederhana namun kaya manfaat. Pernyataan ini mengemuka saat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menjadi pembicara kunci pada International Conference on Innovation in Early Childhood Education (ICIECE) 2026 di Universitas Negeri Malang.

Dari sudut pandang orang tua, permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Aktivitas tersebut menjadi sarana alami untuk mengasah berbagai aspek tumbuh kembang anak. Arumi menegaskan manfaat ini. “Melalui permainan tradisional, anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, menghargai teman, sekaligus mengembangkan kemampuan kognitifnya secara alami,” katanya, Kamis (2/7/2026).

Bagi banyak keluarga, tantangan terbesar justru bukan mencari permainan, melainkan menyamakan persepsi mengenai pola pengasuhan. Arumi mengingatkan bahwa kasih sayang perlu dipadukan dengan pengetahuan. “Cinta kepada anak harus dibarengi dengan ilmu. Orang tua perlu memahami kebutuhan anak sesuai usia, mulai dari pemenuhan gizi hingga stimulasi pendidikan formal maupun informal,” cetusnya.

Kekhawatiran tentang efek gadget ikut menjadi alasan orang tua beralih ke permainan tradisional. Sebagai seorang ibu, Arumi menceritakan usahanya mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anaknya untuk menstimulasi kecerdasan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Ia memperingatkan dampak penggunaan gadget yang berlebihan, penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, mulai dari gangguan emosi, keterlambatan bicara, hingga meningkatnya risiko masalah kesehatan mental.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Budaya Integritas Pemberantasan Korupsi

Lebih jauh, orang tua yang peduli akan kesehatan anak menyambut baik aspek fisik dari permainan tradisional. Bermain di luar, berlari, atau melompat membantu membentuk postur, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membiasakan anak hidup aktif. Arumi menegaskan pentingnya aktivitas fisik dan interaksi langsung. “Karena itu, orang tua perlu mengatur penggunaan gadget dan memperbanyak aktivitas fisik maupun permainan yang melibatkan interaksi langsung,”tegasnya.

Program TP PKK Provinsi Jawa Timur juga mendapat sambutan dari komunitas pengasuh karena menargetkan dua isu penting: penurunan stunting dan penguatan pendidikan anak usia dini. Selain edukasi gizi, PKK Jatim mempromosikan materi pembelajaran yang melekat pada budaya lokal, sebuah pendekatan yang dilihat orang tua sebagai cara efektif menumbuhkan identitas budaya sejak dini. Arumi menyampaikan inisiatif konkret.

“Kita dapat mengembangkan berbagai cerita legenda lokal dalam buku PAUD, bahkan menerjemahkannya ke dalam bahasa asing agar lebih menarik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia,” ujar dia.

Menjelang liburan, pesan Arumi menjadi ajakan praktis bagi keluarga: luangkan waktu, pilih permainan yang melibatkan interaksi, dan gunakan kesempatan itu untuk mempererat hubungan. Seorang orang tua yang hadir menyimpulkan, momen liburan dapat berubah menjadi ruang belajar emosional, sosial, dan kognitif bila diisi dengan permainan bersama.

Di akhir sesi, Arumi mengulang pesan sederhana namun berisi untuk para pengasuh. “Luangkan waktu bersama anak. Permainan tradisional bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, dan kecerdasan mereka untuk masa depan,” kata dia menutup. [mut,aya.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!