30 C
Sidoarjo
Thursday, April 16, 2026
spot_img

Pakar Lingkungan UNAIR Dr Rizkiy Amaliyah Barakwan ST, Kenaikan Harga Plastik Picu Inovasi Kemasan Hijau


Surabaya, Bhirawa
Pakar Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) menaggapi melonjaknya harga plastik akibat terganggunya distribusi minyak sebagai bahan baku, tetapi menjadi hal positif melalui perspektif lingkungan.

Kondisi ekonomi yang menurun lantaran konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memberikan berbagai dampak negatif maupun positif dari berbagai aspek, hal baiknya mengurangi pencemaran lingkungan akibat pelatik, dimana sering menjadi permasalahan yang merepotkan pengelolahnya serta menagulaginya. Sabtu, (11/4/2026)

Dosen Teknik FST UNAIR, Dr Rizkiy Amaliyah Barakwan ST mengatakan fenomena ini menjadi titik untuk perubahan sistem yang lebih luas apabila dikelola dengan benar, salah satu manfaatnya adalah dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

“Wadah ramah lingkungan memiliki biodegradabilitas tinggi, dapat terdekomposisi dalam hitungan minggu, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan, penggunaan lebih baik sebab meninggalkan jejak karbon lebih rendah dan mendukung ekonomi sirkular, seperti petani daun pisang serta produsen kertas daur ulang,” jelasnya.

Lanjut Rizkiy mengukapkan banyak terlihat di media sosial ajakan UMKM yang mulai beralih ke kemasan ramah lingkungan menjadi viral, ini dapat mendorong perubahan perilaku pasar yang mana konsumen mulai terbiasa dengan kemasan non-plastik.

“Sangat penting sebab sustainability tidak hanya digerakkan oleh regulasi, tapi oleh permintaan pasar, mendorong munculnya inovasi kemasan berbasis bahan lokal dibandingkan impor, harga plastik justru membuka peluang keluar dari ‘ketergantungan struktural’ terhadap material berbasis fosil,” ucapnnya.

Berita Terkait :  Gandeng MPM Honda, Satlantas Polres Gresik Gelar Pelatihan Safety Riding

Rizkiy menjelaskan bahwa momen ini tidak otomatis berujung positif bila tidak didukung standarisasi dan edukasi terkait higienitas, keamanan pangan, pemilihan pangan, dan dukungan kebijakan pemerintah dalam memperluas praktik ramah lingkungan, seperti insentif UMKM yang beralih ke kemasan ramah lingkungan.

“Kunci supaya sosialisasi optimal diperlukan edukasi konsumen dan pelaku usaha agar tidak sekedar mengganti bahan, tapi memahami pengelolaan limbah.

Rizkiy menegaskan inovasi sistem pengolahan dibutuhkan supaya bahan biodegradable dapat benar-benar kembali ke lingkungan, dan pendekatan life cycle thinking yaitu memastikan solusi tidak menimbulkan dampak baru.

“Masyarakat sebaiknya mengurangi, gunakan ulang, dan ganti dengan alternatif dari plastik yang lebih ramah lingkungan, UMKM dan pelaku usaha diimbau terapkan opsi tanpa kemasan, contoh memberikan diskon pelanggan membawa wadah sendiri, menggunakan sistem refill atau isi ulang, dan transparan kepada konsumen jika ada biaya tambahan akibat kenaikan harga,” imbuh Rizkiy. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!