28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Mitigasi dan Penanganan Banjir Rob, DPU SDA Jatim Siagakan Mobile Pump dan Mobil Siaga Banjir

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Banjir rob adalah genangan air di wilayah daratan pesisir yang disebabkan oleh air laut pasang, di mana permukaan air laut lebih tinggi daripada daratan. Fenomena ini sering terjadi akibat kombinasi pasang surut air laut, penurunan muka tanah, dan diperparah oleh perubahan iklim.

Risiko banjir rob semakin menjadi perhatian di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur. Selain faktor alamiah seperti siklus pasang surut, dorongan gelombang, dan penurunan muka tanah (land subsidence), pola cuaca ekstrem yang kian sering terjadi turut memperburuk frekuensi dan intensitas kejadian.

Dampaknya bukan hanya genangan air sementara, infrastruktur lokal, lahan pertanian, fasilitas publik, serta akses transportasi masyarakat pesisir dapat terganggu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. “Penangan banjir rob dalam konteks antisipasi, kami siapkan pintu air yang mencegah masuk air laut ke sungai. Contohnya di Sampang, Lamongan, Jember yang baru kemarin serah terima dan di resmikan,” cetus Ari Pudji Astono, Humas Dinas PU SDA Provinsi Jatim, Selasa (23/6/2026).

Pintu air yang disebutkan merupakan salah satu langkah struktural yang diambil Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Jatim. Pembangunan dan peresmian fasilitas seperti pintu air tidak hanya melibatkan pemasangan fisik, tetapi juga proses serah terima teknis kepada unit pelaksana di lapangan dan pelatihan operasional bagi petugas setempat. Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan respon cepat ketika pasang tinggi terjadi, serta mencegah masuknya air laut ke sistem sungai yang dapat memperluas area terdampak.

Berita Terkait :  Diklatpim II Kominfo Tertarik Pelayanan Online Pemkab Sidoarjo

Ari menambahkan, jika saat ini pihaknya juga secara intensif melakukan koordinasi dengan UPT yang ada lapangan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedural (SOP). Koordinasi intensif dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi kunci efektivitas mitigasi. SOP yang jelas membantu mengatur prioritas tindakan, misalnya kapan pintu air ditutup, prosedur evakuasi lokal, serta langkah-langkah mitigasi non-struktural seperti sosialisasi ke masyarakat, pemantauan dini, dan pemeliharaan rutin infrastruktur.

Kepatuhan terhadap SOP juga mempermudah integrasi data dan komando pada saat tanggap darurat, sehingga upaya di lapangan lebih terkoordinasi antara provinsi, kabupaten/kota, dan stakeholder lain seperti BPBD dan TNI/Polri bila diperlukan. “Perubahan cuaca ekstrem dan banjir rob yang belakangan ini dirasakan di sekitar wilayah Surabaya, Sidoarjo, gresik dan Madura. Hal ini sesuai dengan update BMKG,” ujarnya.

Data dan peringatan dari BMKG menjadi acuan penting untuk menilai potensi kejadian rob dan cuaca ekstrem. Peringatan dini yang akurat memungkinkan DPU SDA dan UPT menyiagakan personel serta peralatan di lokasi yang diperkirakan terdampak. Di samping itu, sinergi antara informasi meteorologi, pemantauan pasang laut, dan data permukaan tanah dapat meningkatkan prediktabilitas dan kesiapan operasional.

Perlu diketahui, DPU SDA memiliki 6 Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu UPT PSDA WS Brantas di Kediri, UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro, UPT PSDA WS Kepulauan Madura di Pamekasan, UPT PSDA WS Welang Pekalen di Pasuruan, UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang dan UPT PSDA WS Sampean Setail di Bondowoso.

Berita Terkait :  Disdikdaya Sukseskan Probolinggo Scout Leadership Camp 2024

Sebaran UPT ini mencerminkan upaya DPU SDA menjangkau berbagai daerah sungai dan pesisir di provinsi. Setiap UPT memiliki wilayah kerja yang berbeda karakteristiknya, ada yang fokus pada daerah aliran sungai besar, ada yang mengurusi wilayah kepulauan dan pesisir. Keberadaan UPT yang tersebar juga memudahkan respon cepat dalam keadaan darurat karena unit-unit ini lebih dekat dengan lokasi terdampak dan memahami kondisi lokal.

Selain itu, sambung Ari, DPU SDA mensiagakan petugas Mobile PAM, jika ada genangan disebabkan oleh rob dan perubahan iklim ekstrem. Mobile Pump (Pompa Mobil/Mobile Pompa Banjir) atau Mobile Water Treatment Plant (Instalasi Pengolahan Air Mobile) yang dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur (Dinas PU SDA Jatim).

Ketersediaan Mobile Pump dan Mobile Water Treatment Plant merupakan langkah adaptasi penting. Mobile Pump membantu mempercepat pengeringan genangan di area yang terisolasi atau memiliki akses terbatas, sedangkan Mobile Water Treatment Plant berguna apabila genangan mencemari sumber air lokal sehingga perlu penyediaan air bersih darurat.

Pengoperasian alat-alat ini menuntut perencanaan logistik, jalur akses truk, sumber bahan bakar, ketersediaan suku cadang pompa, dan tim teknis yang siap siaga selama periode pasang besar. “Kemudian, kami juga memiliki Mobil Siaga Banjir. Saat ini masing-masing ada 1 unit disetiap UPT yang dibawah kewenangan Dinas PU SDA,” ujarnya menutup.

Berita Terkait :  Bupati Fawait Buka Jember Fashion Carnival 2025: Sorotan Dunia Tertuju ke Jember

Mobil Siaga Banjir yang ditempatkan di setiap UPT berfungsi sebagai unit respons awal yang dapat diaktifkan untuk evakuasi ringan, distribusi bantuan kecil, pengaturan lalu lintas lokal, serta koordinasi lapangan. Keberadaan satu unit per UPT memberikan kapabilitas minimum untuk respons cepat, namun efektivitasnya akan meningkat dengan dukungan antar-institusi, simulasi tanggap darurat berkala, dan dukungan sumber daya tambahan pada puncak kejadian.[aya.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!