27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 12, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Kenalkan Alat Penebar Pupuk Efisien bagi Petani Desa Gedangan Gresik


Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menerapkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat penebar pupuk kepada kelompok tani di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini dihadirkan guna mengatasi kendala proses pemupukan manual agar lebih efisien dan merata.

Desa Gedangan merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk yang mengandalkan sektor pertanian. Namun, proses penyebaran pupuk di area sawah selama ini dinilai masih menguras tenaga ekstra dan memakan waktu yang cukup lama.

Selama ini, para petani di Desa Gedangan mengandalkan cara tradisional yaitu menyebar pupuk secara manual dengan tangan. Metode ini berisiko membuat persebaran nutrisi tanaman menjadi tidak seimbang serta menyebabkan kelelahan fisik bagi para petani karena harus terus membungkuk dalam durasi yang lama.

Inovasi yang dibawa mahasiswa Untag Surabaya ini dirancang agar mudah dioperasikan tanpa menggunakan energi listrik maupun bahan bakar bensin. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan demonstrasi langsung mengenai mekanisme penggunaan, perawatan, hingga efisiensi takaran pupuk yang dihasilkan agar para petani dapat segera merasakan manfaatnya di ladang.

Viery Erlangga Nugraha, mahasiswa yang menjadi pelaksana kegiatan, mengatakan bahwa alat ini hadir untuk meringankan beban kerja fisik harian para petani di desa setempat.

“Kami merancang alat ini agar petani tidak lagi mengalami sakit pinggang dikarenakan sering membungkuk saat pemberian pupuk. Dengan alat ini, pekerjaan jauh lebih cepat selesai,” ujar Viery Erlangga Nugraha.

Berita Terkait :  Pemkab Madiun Tandatangani MoU Bersama STAINU Madiun

Ia menambahkan, harapannya alat TTG yang dihibahkan ini dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga desa, bahkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Bapak Zainal Mila, Ketua Kelompok Tani 1 Desa Gedangan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas solusi praktis yang ditawarkan oleh para mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih. Selama ini kami memupuk manual dan memakan waktu harian, sekarang bisa tersebar lebih rata dan cepat,” ujarnya.

Salah seorang warga Desa Gedangan menyampaikan bahwa alat penebar pupuk tersebut sangat membantu dalam proses pemupukan. Menurutnya, sebelum adanya alat ini, petani harus menebarkan pupuk secara manual dengan posisi tubuh terus-menerus membungkuk sehingga pekerjaan menjadi lebih berat dan sering menyebabkan nyeri atau sakit pada bagian pinggang.

“Kami memupuk masih menggunakan secara manual dan seringkali merasakan sakit pinggang dikarenakan membungkuk,” ujar salah seorang warga.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam modernisasi sektor pertanian di tingkat pedesaan.

“Alat penebar pupuk ini merupakan inovasi teknologi tepat guna yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Kami berharap alat ini dapat membantu petani meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi beban fisik saat pemupukan, serta mendorong produktivitas pertanian yang lebih baik di Desa Gedangan,” ujar Salsabila.

Berita Terkait :  Membangun Engagement Publik: Strategi Komunikasi Modern Lewat Optimalisasi Instagram

Ia juga menekankan bahwa setiap inovasi yang dibawa ke desa harus memiliki dampak yang terasa langsung pada produktivitas dan kesehatan para petani.

Para petani yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi pada 9 Juli 2026 dan penyerahan unit alat pada 16 Juli 2026. Melalui alat penebar pupuk ini, proses pemupukan yang biasanya memakan waktu lama kini dapat dipangkas secara signifikan tanpa mengurangi akurasi persebaran nutrisi pada tanaman.

Viery Erlangga Nugraha, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gedangan. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!