Bondowoso, Bhirawa. – Kebakaran melanda lahan Perhutani di kawasan selatan Wisata Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (26/8) siang. Api membakar vegetasi kering seluas sekitar lima hektare, namun berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Perhutani Petak 91 C, Blok Wisata Kawah Wurung. Titik api pertama kali diketahui oleh petugas wisata yang melihat kepulan asap dari kawasan ini.
Informasi itu kemudian segera dikoordinasikan dengan Muspika Kecamatan Ijen. Petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api menjalar ke area lainnya.
Kondisi lahan yang didominasi rumput kering, ilalang, semak belukar dan bebatuan rejeng membuat api mudah merambat. Cuaca panas ditambah hembusan angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran kobaran api.
Berdasarkan informasi petugas di lapangan, api diduga berasal dari kawasan Kawah Wurung 2. Kobaran kemudian bergerak menuju kawasan utama Wisata Kawah Wurung hingga mendekati areal di sekitar perusahaan PT Medco. Meski sempat meluas, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap rumah penduduk.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, antara lain Polsek Sempol, Muspika Kecamatan Ijen, TNI, Perhutani, pengelola Wisata Kawah Wurung, PT Medco dan masyarakat.
Dua personel Polsek Sempol bersama tiga personel Subramil Sempol, mandor dan anggota LMDH Perhutani, lima petugas Wisata Kawah Wurung, petugas serta sekuriti PT Medco dan masyarakat turun langsung melakukan pemadaman.
Dengan peralatan yang tersedia, petugas melakukan pemadaman secara manual sekaligus membuat upaya pengendalian agar kobaran api tidak terus menjalar mengikuti arah angin. Berkat koordinasi lintas sektor dan respons cepat seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.
Dari hasil penanganan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kondisi kawasan Wisata Kawah Wurung juga dipastikan aman dan terkendali.
Kapolres Bondowoso, AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, mengapresiasi respons cepat jajaran Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dan unsur terkait dalam menangani kebakaran itu.
AKBP Aryo menilai kecepatan petugas dalam merespons laporan menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang lebih besar. Terlebih, kondisi vegetasi yang kering serta cuaca panas dan angin kencang berpotensi membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan lain.
AKBP Aryo menjelaskan, sinergi antara kepolisian, TNI, Perhutani, pengelola wisata, pihak perusahaan dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Dan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sengaja.
”Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja. Perbuatan tersebut dapat membahayakan lingkungan, masyarakat dan kawasan di sekitarnya, serta merupakan tindakan yang dapat berimplikasi pidana,” tegas AKBP Aryo, Kamis (27/8).
AKBP Aryo mengatakan, apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan, proses hukum dapat dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain penegakan hukum, kepolisian juga mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli, pemantauan kawasan rawan kebakaran serta koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Perhutani dan masyarakat.
Aryo meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melihat kepulan asap atau titik api di kawasan hutan dan lahan. ”Jangan menunggu api membesar. Begitu melihat titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pesannya.
Kebakaran di kawasan Kawah Wurung tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi vegetasi yang kering, suhu tinggi dan angin kencang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah. Pengawasan bersama serta kepedulian masyarakat diperlukan untuk menjaga kawasan hutan dan destinasi wisata alam di Bondowoso tetap aman dari ancaman kebakaran. [san.fen]



