27 C
Sidoarjo
Thursday, August 27, 2026
spot_img

Desil Berubah, Bansos Ratusan Warga Kota Kediri Tak Lagi Cair

Pemkot Kediri, Bhirawa. – Perubahan data desil kesejahteraan berdampak pada pencairan bantuan sosial (bansos) yang diterima sejumlah warga Kota Kediri. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri mencatat, keluhan terkait bantuan yang tidak lagi cair disampaikan oleh ratusan warga.

Kepala Dinsos Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan, keluhan tersebut muncul setelah warga mendapati bantuan yang sebelumnya diterima tidak masuk pada pencairan terbaru. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui terdapat perubahan pada data desil kesejahteraan mereka. “Rata-rata keluhannya pertama, Pak, bantuan bulan ini kok tidak cair. Setelah dicek ternyata desilnya lompat. Ada sekitar ratusan orang tapi tidak sampai 200 orang,” ujarnya, Kamis (27/8). Ia menyebut perubahan posisi desil pada sejumlah warga cukup signifikan. Salah satu yang ditemukan Dinsos, warga yang sebelumnya tercatat dalam desil 2 kemudian berubah menjadi desil 8.

Menurut Imam, Dinsos belum dapat mengetahui secara rinci penyebab perubahan desil pada masing-masing warga. Pasalnya, pemerintah daerah tidak memperoleh metadata yang menjelaskan indikator yang digunakan dalam proses pemeringkatan. “Kenapa bisa naik, indikator apa yang menyebabkan itu, tidak ada dan tidak diberikan kepada kita. Yang melakukan pemeringkatan itu BPS, jadi kita hanya meraba-raba,” jelasnya.

Dinsos Kota Kediri kini menyiapkan mekanisme pengusulan ulang bagi warga yang merasa perubahan desil tidak sesuai dengan kondisi mereka. Warga dapat menyampaikan laporan melalui kelurahan untuk kemudian diteruskan kepada Dinsos.

Berita Terkait :  Fraksi PDIP DPRD Jatim Awasi Penonaktifan BPJS PBI JK

Laporan tersebut akan diverifikasi dengan melihat kondisi warga serta mencocokkannya dengan data yang dimiliki sebelumnya. Jika hasil verifikasi menunjukkan perlunya pembaruan, Dinsos akan mengusulkan kembali data tersebut kepada Kementerian Sosial (Kemensos). “Silakan lapor ke Dinas Sosial. Nanti kita usulkan lagi,” kata Imam.

Ia memperkirakan proses pengusulan hingga pembaruan data membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Namun, waktu tersebut bergantung pada tahapan pemutakhiran dan kebijakan Kemensos. Imam mengatakan pemutakhiran data kesejahteraan dilakukan secara berkala, umumnya sekitar tiga bulan sekali. Dengan pembaruan data terakhir pada Agustus, pemutakhiran berikutnya berpotensi dilakukan sekitar Oktober, meski jadwal tersebut masih dapat berubah.

Dinsos Kota Kediri telah menyampaikan informasi mengenai mekanisme pengaduan melalui media sosial. Warga yang mengalami perubahan desil dan berdampak terhadap penerimaan bansos diminta segera melapor melalui kelurahan.

Imam menambahkan, data kesejahteraan masyarakat berasal dari sejumlah sumber. Sementara itu, pemerintah daerah tidak sepenuhnya memperoleh informasi mengenai indikator maupun proses pemeringkatan yang menentukan posisi desil setiap keluarga. Melalui pengaduan dan verifikasi tersebut, data warga yang dinilai perlu diperbaiki dapat kembali diusulkan dalam pemutakhiran data pada periode berikutnya.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!