27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Lestarikan Ekosistem Pesisir, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.000 Mangrove di KEE Ujungpangkah Gresik

Penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Gresik, Bhirawa. – Pertamina Patra Niaga melalui Bitumen Plant Gresik terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik dalam mendukung konservasi ekosistem pesisir yang telah dilakukan secara konsisten sejak 2022.

Selain penanaman, kegiatan juga dirangkaikan dengan monitoring terhadap ribuan mangrove yang telah ditanam pada tahun-tahun sebelumnya guna memastikan keberlanjutan dan tingkat pertumbuhan tanaman.

Operation Head Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik, Indra Gunawan, mengungkapkan keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam menjaga manfaat ekosistem mangrove bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

“Alhamdulillah, mangrove yang kami tanam pada tahun-tahun sebelumnya mayoritas tumbuh dengan baik. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun para nelayan di Desa Pangkah Wetan. Insyaallah, kami berkomitmen untuk terus melakukan penanaman mangrove setiap tahunnya. Seperti tagline nelayan di sini, ‘Nandur sakkapoke, kapoke kapan? Ga kapok-kapok’,” terangnya, Minggu (30/8).

Adapun penanaman mangrove tersebut melibatkan Perwira Pertamina, Pemerintah Desa Pangkah Wetan, kelompok nelayan Desa Pangkah Wetan, serta sejumlah pihak terkait sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Berita Terkait :  Dispusip Surabaya Tingkatkan Kunjungan ke Perpustakaan

Ketua Kelompok Himpunan Nelayan, Samaun, mengapresiasi konsistensi Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik dalam mendukung pelestarian mangrove di wilayah Pangkah Wetan.

“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik yang telah melakukan penanaman mangrove sejak 2022 di lokasi kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para nelayan di sini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Samaun.

Sementara itu, secara ekologis mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi, membantu menyerap dan menyimpan karbon, mengurangi intrusi air laut, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Di sisi lain, keberadaan ekosistem mangrove juga memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan sebagian mata pencahariannya pada sumber daya perairan di sekitarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan operasional yang berkelanjutan. Keberadaan mangrove tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang berada di sekitarnya.

“Penanaman mangrove ini bukan sekadar menambah jumlah pohon, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga ekosistem pesisir agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Kami mengapresiasi kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, kelompok nelayan, dan seluruh pihak yang terlibat. Keberlanjutan lingkungan membutuhkan konsistensi, sehingga selain menanam, kami juga memastikan mangrove yang telah ditanam sebelumnya terus dimonitor dan dirawat,” tegas Ahad.

Berita Terkait :  Menag RI Nyatakan Komitmen Indonesia Jadi Produsen Pemikiran Islam Modern

Melalui kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui Bitumen Plant Gresik tidak hanya mendorong penambahan tutupan vegetasi mangrove, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim dan tujuan ke-14 tentang ekosistem laut. [riq.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!