31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Kepedulian Tanpa Batas, JSC Tim Respon Kasus Dinsos Jatim Tembus Batas Wilayah

Pemprov Jatim, Bhirawa
Kecepatan dan ketepatan bertindak menjadi kunci utama bagi Jatim Social Care (JSC) Tim Respon Kasus Dinas Sosial (Dinsos) Jatim dalam menyelamatkan nyawa manusia. Tanpa memandang kartu identitas atau asal daerah, tim berlambang kemanusiaan ini terus membuktikan komitmennya dalam merespons cepat laporan kedaruratan sosial di masyarakat. Dua aksi penyelamatan dramatis di sudut Kota Surabaya menjadi bukti nyata bagaimana JSC bekerja melampaui sekat birokrasi demi memanusiakan manusia. Tantangan terbesar Tim JSC di lapangan sering kali bermula dari nihilnya identitas korban.

Hal ini terjadi saat petugas mengevakuasi Sunarmi (73), seorang lansia yang ditemukan tak sadarkan diri di area Pasar Keputran. Kejadian serupa juga menimpa Fausen (45), seorang pria yang mendadak pingsan akibat serangan stroke di kawasan Asemrowo. Keduanya ditemukan dalam kondisi lemah, tanpa membawa satu pun dokumen kependudukan. Namun bagi JSC, ketiadaan identitas bukanlah alasan untuk menunda pertolongan.

Petugas JSC langsung bergerak melakukan asesmen cepat dan menelusuri informasi dari mulut ke mulut melalui pedagang pasar serta warga sekitar. Berkat kejelian petugas, teka-teki identitas kedua korban akhirnya terkuak. Sunarmi diketahui berasal dari Singosari, Kabupaten Malang, sementara Fausen merupakan warga Kedundung, Kabupaten Bangkalan.

Bagi JSC, menyelamatkan korban tidak hanya sebatas membawa mereka ke rumah sakit. Upaya pemulihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan medis di IGD RSUD Dr. Soetomo Surabaya hingga urusan administrasi yang rumit.

Berita Terkait :  Mensos Pastikan Jawa Timur Siap Gelar Sekolah Rakyat di Tahun Ajaran 2025/2026

Dalam kasus Fausen yang belum memiliki jaminan kesehatan, JSC secara responsif langsung membangun koordinasi lintas daerah bersama Koordinator TKSK Kabupaten Bangkalan. Sinergi ini dilakukan demi mempercepat pengurusan kepesertaan BPJS Kesehatan korban agar proses pengobatan stroke yang dijalaninya tidak terhambat biaya.

Tujuan akhir dari setiap aksi kemanusiaan JSC adalah mengembalikan korban ke pelukan hangat keluarga mereka. Melalui komunikasi intensif dan pelacakan berbasis komunitas, JSC berhasil menemukan suami dan anak-anak dari Ibu Sunarmi, serta menghubungi kerabat dekat Bapak Fausen.

Setelah keluarga ditemukan, JSC tidak langsung lepas tangan. Petugas melakukan proses serah terima pendampingan secara formal untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar dan layanan psikososial lanjutan bagi korban tetap terpenuhi di lingkungan rumah. “Prioritas kami adalah memastikan kondisi kesehatan korban tertangani dengan baik sekaligus menghubungkan kembali dengan keluarganya,” ujar Nursoleh, petugas JSC Tim Respon Kasus.

Ia menegaskan bahwa JSC bersama jejaring sosial di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan terus memperkuat respons cepat ini demi memastikan masyarakat rentan mendapatkan perlindungan yang layak.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!