27.2 C
Sidoarjo
Wednesday, July 1, 2026
spot_img

Kenaikan Harga BBM dan Libur Sekolah Jadi Pemicu Inflasi Jatim

Pemprov Jatim, Bhirawa. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Jawa Timur pada Juni 2026 sebesar 3,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,17. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,30 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 1,74 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menyebut inflasi Juni 2026 dipengaruhi sejumlah peristiwa yang terjadi selama bulan tersebut. Di antaranya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah, serta dinamika harga sejumlah komoditas pangan.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026 mendorong kenaikan biaya transportasi. Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, dan Pertamax Turbo dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter.

Selain itu, masa libur sekolah meningkatkan mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun mengunjungi keluarga. Meningkatnya permintaan penerbangan domestik menyebabkan tarif angkutan udara naik dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Dari sisi pangan, BPS mencatat harga sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan seiring meningkatnya pasokan pada musim panen. Harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga turun karena stok melimpah di tengah permintaan yang cenderung menurun.

Di sisi lain, beberapa komoditas masih mengalami kenaikan harga, seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan daging sapi. Kenaikan tersebut dipengaruhi terbatasnya pasokan di beberapa daerah, penyesuaian harga di tingkat produsen, serta meningkatnya biaya distribusi.

Berita Terkait :  Hadapi Musim Balap Moto2 2025, Mario Aji Minta Restu Khofifah 'Ibunya Arek-arek Jatim'

Secara kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,34 persen, transportasi sebesar 5,87 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,01 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, angkutan udara, bensin, beras, minyak goreng, daging sapi, cabai rawit, dan bawang merah.

Secara wilayah, seluruh 11 kabupaten/kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi tahunan. Sumenep mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,48 persen, sedangkan Kabupaten Tulungagung menjadi yang terendah sebesar 2,57 persen. Adapun Kota Surabaya mengalami inflasi tahunan 3,88 persen dengan inflasi bulanan 0,46 persen, tertinggi di antara daerah IHK di Jawa Timur.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!