Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih Juara 3 dunia pada International CanSat Competition 2026 yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) di Virginia, Amerika Serikat.
Tim Bamantara EEPISAT tersebut menjadi pencapaian bersejarah menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia untuk bersaing di antara kampus-kampus terbaik dunia dalam bidang teknologi satelit dan kedirgantaraan, kompetisi CanSat sendiri merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas terbaik dunia untuk merancang, membangun, menguji, hingga mengoperasikan satelit mini berukuran kaleng minuman yang mampu menjalankan misi secara mandiri. Tahun ini sebanyak 36 tim dari berbagai negara lolos sebagai finalis, Rabu (1/7).
Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng, memberi apresiasi pada para mahasiswa yang telah membawa nama baik institusi dan bangsa di tingkat internasional. “Prestasi ini menunjukkan mahasiswa PENS tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tapi kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah di situasi yang penuh tantangan, itu karakter talenta global yang ingin terus kampus bangun,” jelasnya.
Lanjut Arif mengukapkan keberhasilan Bamantara EEPISAT jadi bukti inovasi tidak lahir hanya dari kecanggihan teknologi, tapi dari ketekunan, kolaborasi, dan keberanian menghadapi tantangan.
“Tim Bamantara EEPISAT menunjukkan karya anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan talenta terbaik dunia, bukan sekadar membawa pulang trofi juara, mereka membawa pulang inspirasi bahwa mimpi besar dapat dicapai melalui persiapan yang matang, kerja keras yang konsisten, dan semangat pantang menyerah,” tuturnya.
Perwakilan Tim Bamantara EEPISAT Rafida Azis Al Habib menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di luar negeri, berhadapan dengan lingkungan baru, budaya yang berbeda, hingga berbagai tantangan teknis selama persiapan kompetisi menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan.
“Pengalaman pertama ke luar negeri, ketika menghadapi beberapa kendala di perjalanan maupun selama persiapan kompetisi, kami sempat menghubungi alumni PENS yang berada di Amerika untuk membantu mencari solusi dan menyiapkan berbagai skenario backup dan troubleshooting untuk payload yang kami bawa sehingga ketika terjadi kendala, tim dapat segera melakukan penanganan,” tuturnya. [ren.wwn]


