Jombang, Bhirawa – Kamar untuk istirahat muktamirin pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang siap digunakan. MAUWH Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang turut disiapkan sebagai lokasi penginapan bagi delegasi muktamar.
MAUWH masuk dalam Tower 1 kawasan penginapan peserta Muktamar. Sebanyak 156 kasur disiapkan untuk menampung para muktamirin yang bakal bermalam di tempat tersebut.
Kepala MAUWH Bahrul Ulum, Faizun Amir, menjelaskan, kasur tersebut ditempatkan di 13 kamar dan setiap kamar digunakan untuk menampung sekitar 12 orang.
“Kasur ada 156, kamarnya ada 13, jadi per kamar ditempati 12 orang,” kata dia, Selasa (25/8/2026).
Demi memberikan kenyamanan kepada para delegasi, pihak madrasah juga menggunakan lantai 1 dan lantai 2 untuk area penginapan. Sedangkan lantai 3, tidak digunakan karena mempertimbangkan kondisi fisik sebagian peserta yang rata-rata sudah berusia lanjut.
MAUWH juga berupaya memastikan lingkungan madrasah tetap nyaman selama menjadi tempat tinggal sementara para muktamirin. Setiap kamar telah dilengkapi pendingin ruangan berupa AC. Selain itu, kipas angin yang tersedia pun masih dapat digunakan.
Juga tersedia 14 kamar mandi yang dapat menunjang kebutuhan para peserta selama berada di lokasi. Jumlah itu lebih banyak satu dibandingkan jumlah kamar yang disiapkan sebagai penginapan.
Dikatakannya, pihaknya mulai bersiaga menerima kedatangan delegasi sejak 26 Agustus 2026. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan sementara, sebagian muktamirin kemungkinan baru tiba pada pagi hari berikutnya.
Kesiapan MAUWH menjadi bagian dari dukungan fasilitas akomodasi bagi para muktamirin pada Muktamar NU ke-35. Dengan persiapan itu, pihak madrasah berharap para muktamirin bisa beristirahat dengan nyaman.
Untuk diketahui, Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU menyiapkan sekitar 3000 kasur berasal dari dua sumber. Sebanyak 2000 kasur merupakan dukungan dari PBNU, dan 1000 kasur lainnya adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). [rif.kt]



