28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

ITS Uji Coba Perahu Traktor Listrik Khusus Lahan Gabut

Surabaya, Bhirawa. – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) uji coba perahu traktor Listrik khusus lahan gabut di Area persawahan Kampus ITS Sukolio, Surabaya. Kementerian Pertanian bersama ITS mengembangkan inovasi untuk kebutuhan alat pertanian lahan gambut dimana selama ini sulit dijangkau traktor konvensional, penggunaan motor listrik mampu menekan biaya operasional serta mengurangi emisi. Selasa, (14/7/2026)

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan alat ini sengaja didesain berbeda dari traktor konvensional supaya mampu beroperasi optimal di medan berat seperti lahan gambut. “Semoga bisa menjadi solusi mekanisasi pertanian, terutama pada lahan gambut yang sulit dijangkau alat-alat konvensional, biaya operasional lebih rendah, emisinya juga lebih rendah,” ungkapnya.

Lanjut Prof Bambang mengukapkan bahwa motor listrik memiliki torsi besar sehingga mampu melintasi medan berat, lintasan yang dipenuhi tanaman kangkung dinilai sangat sulit dibanding lahan gambut karena akar tanaman saling mengikat, prototipe ini masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan sebelum diproduksi.

“Penyempurnaan pada sistem kemudi dan transmisi, traktor masih menggunakan kemudi tanpa power steering, serta sebagian sistem penyalur daya menggunakan belt yang berpotensi selip ketika roda menghadapi hambatan besar, kampus berencana menggantinya dengan rantai atau roda gigi supaya tenaga tersalurkan lebih optimal,” jelasnya.

Manajer Science Techno Park (STP) Otomotif ITS Bambang Sudarmanta menjelaskan harga prototipe traktor listrik diperkirakan sekitar Rp 200 juta per unit, hal tersebut masih dapat ditekan apabila sudah diproduksi secara massal.

Berita Terkait :  Dindik Jatim Tuntaskan Seleksi Kepala SMA Taruna, Perketat Seleksi, Siapkan Pemimpin Sekolah Berkarakter

“Kalau mass production tentu harganya bisa lebih murah, serta tantangan terbesar pengembangan traktor listrik berada pada sistem pendinginan, yang mana medan gambut membuat motor bekerja pada torsi dan arus tinggi sehingga suhu baterai serta kontroler cepat meningkat, mengakibatkan pihaknya menambahkan sistem pendingin bertujuan menjaga performa kendaraan saat bekerja di lapangan,” pungkasnya.

Ia menyapaikan traktor menggunakan motor listrik berdaya 10 kilowatt (kW) dengan baterai berkapasitas 11 kWh, sekali pengisian daya selama empat jam, mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam dengan kecepatan hingga lima kilometer per jam, kapasitas diperkirakan cukup untuk mengolah lahan seluas satu hektare.

“Bentuk traktor sengaja menyerupai kapal supaya tidak mudah tenggelam saat beroperasi di lahan gambut yang banyak mengandung air, sistem kemudi berbentuk setir dipilih agar lebih mudah dioperasikan dibanding traktor konvensional yang menggunakan tuas kanan dan kiri,” tutur Bambang.

ITS menunggu jadwal pengujian dari Kementerian Pertanian, tambah Bambang yang akan menyiapkan lokasi uji, setelah dinyatakan lolos serta tidak memerlukan penyempurnaan lebih lanjut, traktor diproduksi sesuai kebutuhan kementerian dan diusulkan masuk ke e-katalog pemerintah.

“TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih dari 60 persen, baterainya dirakit sendiri di STP Otomotif ITS, untuk motor listrik menggunakan komponen impor yang telah dimodifikasi,” imbuhnya.[ren.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!