Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk Penerapan Rocket Stove untuk Pengelolaan Limbah Selada Hidroponik di lokasi budidaya hidroponik selada, Jl. Batu Ampar RT 02 RW 05, Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Selasa (7/7). Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat khususnya untuk mitra agar bisa mengatasi permasalahan limbah organik hasil budidaya selada hidroponik melalui penerapan teknologi tepat guna yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah supervisi Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Tim pelaksana Sub Kelompok 2 terdiri atas Ahmad Fauzi Ferdiansyah (NBI 1432300067) dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Nazwa Ramdhani (NBI 1432300018) dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Dewi Sugiarti (NBI 1442300068) dari Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik. serta Della Jinianto Putri (NBI 1152300229) dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Permasalahan limbah pertanian masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha hidroponik di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Limbah organik berupa batang, akar, dan daun selada yang tidak memenuhi standar jual umumnya masih dimusnahkan melalui pembakaran terbuka yang menghasilkan asap dan berpotensi mencemari lingkungan. Menanggapi kondisi tersebut, tim pelaksana Sub Kelompok 2 melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan menghadirkan Rocket Stove, teknologi tepat guna yang dirancang untuk membantu proses pembakaran limbah organik secara lebih efisien dan minim asap. Program ini menjadi upaya penerapan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak pembakaran terbuka dan manfaat Rocket Stove kepada mitra, dilanjutkan dengan proses demonstrasi penggunaan, uji coba pembakaran limbah selada hidroponik, serta pendampingan pengoperasian dan perawatan alat. Selain itu, tim mahasiswa juga memberikan edukasi terkait pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan sebagai upaya mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut di masa mendatang. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menghadirkan sebuah alat, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Rocket Stove dirancang menggunakan material yang mudah diperoleh sehingga dapat dibuat, dioperasikan, dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat.
Menurut Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). “Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Rocket Stove merupakan teknologi sederhana yang memiliki manfaat besar karena dapat membantu mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran terbuka sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Della Jinianto Putri selaku perwakilan tim pelaksana mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa solusi terhadap permasalahan masyarakat tidak selalu harus rumit. Kehadiran Rocket Stove menjadi bukti bahwa teknologi sederhana dapat memberikan manfaat nyata apabila dirancang sesuai kebutuhan mitra. Kami berharap alat ini dapat terus dimanfaatkan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
“Rocket Stove sangat membantu kami dalam mengelola limbah selada hasil panen maupun tanaman yang tidak dapat dipasarkan. Sebelum adanya alat ini, limbah biasanya langsung dibuang karena belum tersedia sarana pengelolaan yang memadai. Kini, limbah dapat ditangani dengan lebih baik sehingga tidak menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Fudin, mitra budidaya hidroponik selada.
Sekretaris Desa Sukorejo, Tresnani Galuh Larasati, S.Psi., menilai Rocket Stove menjadi solusi yang tepat dalam membantu pengelolaan limbah selada hidroponik di wilayahnya. “Keberadaan Rocket Stove sangat membantu dalam pengelolaan limbah selada. Jika sebelumnya sebagian limbah hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kini sisa limbah yang tidak terpakai dapat dikelola melalui proses pembakaran yang lebih terkendali sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara berlebih. Selain itu, lingkungan juga menjadi lebih bersih. Selama mitra merasakan manfaat dari alat ini, berarti program yang dilaksanakan mahasiswa telah memberikan dampak positif dan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Program Pengabdian Masyarakat ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang aplikatif terhadap permasalahan lingkungan. Melalui penerapan Rocket Stove, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan semakin meningkat serta dapat menginspirasi penerapan teknologi tepat guna di wilayah lain. [why]


