Branch Manager Surabaya of LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto saat menjelaskan produk AC LG di Hartono Elektronik, Jumat (10/7). Achmad Tauriq/bhirawa
Surabaya, Bhirawa. –PT LG Electronics Indonesia (LG) telah menghadirkan seluruh koleksi lengkapnya untuk tahun 2026 dengan tawaran integrasi mendalam terhadap AI, maka penantian warga Surabaya yang berniat membangun ekosistem rumah pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI), bakal segera berakhir.
“Tak sekedar berbasis AI, keseluruhannya dirancang untuk menghadirkan pengalaman terkoneksi dengan interaksi lebih personal dan memberikan kehidupan lebih ringkas bagi pemiliknya, apalagi didukung ekosistem rumah pintar LG ThinQ yang diperbarui,” terang President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, Minggu (12/7).
Adapun koleksi tersebut mencakup lengkap perangkat elektronik hiburan hingga pendukung pekerjaan rumah tangga. Mulai dari TV, perangkat pendingin ruangan, kulkas, mesin cuci, vacuum cleaner hingga pemurni udara.
Pembaruan LG ThinQ yang menjadi pondasi utama koleksi terbaru LG dalam menghadirkan ekosistem rumah pintar yang lebih personal ini, menurut Sang-chul, dilakukan untuk mendukung konektivitas antar-perangkat yang lebih mulus dan intuitif.
Dengan pembaruan yang dibawanya, LG ThinQ kini memungkinkan pengguna mengelola seluruh perangkat elektronik LG yang mendukung, melalui satu antarmuka cerdas dan responsif.
Melalui LG ThinQ misalnya, dikatakan TV pintar LG dapat berkoordinasi dengan AC untuk menyesuaikan suhu ruangan saat film dimulai.
Sementara disisi lain, mesin cuci dirancang dapat memberi notifikasi langsung ke perangkat seluler dan disisi lain perangkat pemurni udara akan secara otomatis menyesuaikan daya hisap berdasarkan data kualitas udara secara real-time.
“Keseluruhannya terkelola dalam satu genggaman. Dengan keterhubungan antar perangkat lebih baik, lebih personal dan lebih ringkas,” ujar Ha Sang-chul.
Mengawali langkah mengenal lebih dalam tiap koleksi terbaru LG ini dari jajaran perangkat TV, akan langsung mendapatkan pesan kuat terkait dengan upaya menghadirkan ekosistem rumah pintar.
Mulai dari kelengkapan webOS terbaru yang sekaligus dilengkapi webOS Re:New Program untuk memberi pembaruan berkala secara cuma-cuma sepanjang lima tahun bagi platform tv pintar LG, terapan AI yang berbasis suara dan sistem pengamanan digital LG Shield.
Bicara mengenai AI berbasis suara, lebih dari sekedar perintah suara, koleksi LG AI TV ini menghadirkan AI Voice Command yang mampu memahami bahasa Indonesia secara natural, termasuk percakapan sehari-hari yang lebih kontekstual.
Inovasi ini membuat pengguna dapat berinteraksi dengan TV secara lebih intuitif mulai dari mencari konten, mengatur pengaturan, hingga mengelola perangkat terhubung.
“Tak lagi bakal terdengar menggunakan perintah yang kaku atau terstruktur. Perintah lebih natural dengan bahasa percakapan sehari-hari akan membuat interaksi dengan TV pintar LG lebih personal,” jelas Branch Manager Surabaya of LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto.
Iwan menambahkan kemampuan TV dalam mengenali perintah suara berbahasa Indonesia ini menjadi bagian komitmen LG menghadirkan teknologi yang lebih relevan secara lokal.
Dilakukan dengan dukungan pusat riset dan pengembangan (R&D) LG yang melibatkan talenta Indonesia, guna memastikan pemahaman bahasa, preferensi konten, serta pola konsumsi masyarakat lokal dapat terakomodasi secara optimal dalam setiap inovasi yang dihadirkan.
Namun, Saat ini, produk pendingin ruangan (AC) menjadi salah satu motor utama penjualan perusahaan, bahkan pertumbuhannya melampaui sejumlah kategori produk elektronik lainnya.
Iwan menjelaskan kontribusi penjualan terbesar LG masih berasal dari televisi, bahkan dalam beberapa tahun terakhir, penjualan AC mengalami pertumbuhan paling signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat penyejuk ruangan.
“Kontribusi terbesar masih televisi. Tetapi yang pertumbuhannya paling tinggi sekarang adalah AC. Setelah itu disusul kulkas dan mesin cuci,” tegasnya.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu pasar potensial bagi LG. Karena itu, perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi produk agar mampu menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Iwan menilai di tengah persaingan industri elektronik yang semakin ketat, diferensiasi produk menjadi kunci utama untuk mempertahankan daya saing. LG pun memanfaatkan dukungan riset dan pengembangan (R&D) yang dimiliki, baik di Korea Selatan maupun Indonesia, untuk melahirkan produk yang sesuai dengan karakteristik pasar domestik.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan tahun ini adalah AC produksi dalam negeri yang telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi.
Produk tersebut dibekali teknologi Dual Vane (Dual Swing) yang dirancang untuk menghasilkan distribusi udara lebih merata sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.
Selain itu, LG juga melakukan penyesuaian harga sejumlah produk elektronik. Kenaikan harga berada pada kisaran 3-5 persen, terutama dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku dan komponen di pasar global.
Untuk kategori televisi, kenaikan harga dipicu lonjakan harga memori semikonduktor di pasar dunia. Permintaan memori meningkat tajam seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan AI.
“Untuk TV, kenaikan harga lebih dipengaruhi naiknya harga memori secara global, bukan semata-mata karena nilai tukar dolar,” ujarnya.
Sementara itu, penyesuaian harga pada produk lain seperti kulkas dan mesin cuci dipengaruhi kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik, serta fluktuasi harga minyak dan nilai tukar.
Meski demikian, LG meyakini kenaikan harga tersebut masih dalam batas yang dapat diterima konsumen. Perusahaan juga tetap berhati-hati dalam menentukan harga dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.
“Kenaikannya tidak besar, sekitar 3 sampai 5 persen. Kami tetap melihat kondisi pasar dan kemampuan daya beli masyarakat sebelum melakukan penyesuaian harga,” katanya.
Dan untuk menjaga daya beli konsumen, LG memperluas kerja sama dengan berbagai perusahaan pembiayaan (finance). Skema cicilan diharapkan dapat mempermudah masyarakat memiliki produk elektronik rumah tangga.
Sejumlah produk elektronik seperti AC, kulkas, dan mesin cuci telah bergeser dari kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan yang lebih mendasar bagi banyak keluarga di Indonesia.
LG juga terus memperluas penerapan teknologi AI dan ekosistem rumah pintar (smart home). Melalui platform LG ThinQ, pengguna dapat mengendalikan berbagai perangkat elektronik seperti AC, mesin cuci, kulkas, hingga televisi langsung melalui ponsel pintar.
“Hampir seluruh lini TV kami sudah menggunakan AI, begitu juga berbagai produk rumah tangga lainnya yang kini saling terhubung dalam ekosistem LG ThinQ,” tandasnya.
Untuk keseluruhan koleksi LG ini telah siap tersedia di berbagai jaringan toko elektronik utama di area Surabaya dan sekitarnya. Tak hanya toko luring, LG menyebut bahwa keberadaan produknya ini pun telah tersedia melalui opsi pembelian daring.
“Luasnya distribusi ini sejalan dengan upaya kami menghadirkan ekosistem rumah pintar dengan inovasi teknologi yang menjadikan interaksi lebih personal kepada publik Surabaya dan sekitarnya,” pungkas Iwan. [riq.hel].


