Gresik, Bhirawa – Sejumlah mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Pelatihan Eksplorasi Potensi Diri dan Perencanaan Karier bagi remaja di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan mahasiswa di desa tersebut selama beberapa pekan terakhir.
Program ini menyasar remaja usia 16-18 tahun yang masih berstatus pelajar SMA. Selama ini, sebagian besar remaja di Desa Gedangan belum memiliki gambaran jelas tentang arah masa depan mereka setelah lulus sekolah, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun menentukan pilihan karier.
Dalam pelaksanaannya, peserta diajak menempuh serangkaian sesi secara bertahap, mulai dari pengenalan konsep potensi diri, analisis SWOT pribadi untuk memetakan kekuatan dan kelemahan, eksplorasi minat karier dan pengenalan pendidikan lanjutan, hingga penyusunan career roadmap lima tahun ke depan menggunakan pendekatan SMART. Sesi ditutup dengan penguatan growth mindset serta penulisan surat komitmen masa depan oleh masing-masing peserta.
Antusiasme remaja terlihat sejak awal kegiatan. Peserta yang datang saling mengajak teman-temannya untuk ikut serta, sehingga jumlah peserta yang hadir terus bertambah hingga lebih dari 20 orang pada hari pelaksanaan. Momen ketika para remaja fokus mengerjakan worksheet dan aktif bertanya kepada panitia, termasuk soal tata cara pengisian pre-test dan post-test, menjadi salah satu bagian yang paling terlihat antusias sepanjang kegiatan.
Satrio Pratama Putra, mahasiswa yang menjadi pelaksana kegiatan, mengatakan pelatihan ini digagas karena banyak remaja di desa tersebut belum memiliki arah yang jelas soal masa depannya.
“Banyak dari mereka belum tahu tujuan mereka setelah lulus SMA nanti. Makanya kami di sini membantu mereka mengerti arah tujuan dan cita-citanya, biar tidak sekadar ikut arus,” kata Satrio.
Ia berharap bekal yang diperoleh peserta selama pelatihan, mulai dari mengenali potensi diri hingga menyusun rencana karier, bisa terus digunakan meski program pengabdian mahasiswa telah selesai.
Ketua Karang Taruna Desa Gedangan, Muhammad Yoga, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini tidak berhenti sampai di sini saja.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, karena manfaatnya memang langsung dirasakan sama anak-anak muda di sini,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan hasil pelatihan ini menunjukkan dampak yang nyata bagi kesiapan karier remaja, tidak hanya secara pengamatan langsung di lapangan tetapi juga berdasarkan data yang dikumpulkan.
“Dari hasil pre-test dan post-test yang kami olah, ada peningkatan kesiapan karier peserta yang signifikan secara statistik. Itu artinya pelatihan yang sederhana dan hanya satu kali pertemuan ini benar-benar memberi dampak, bukan cuma seremonial,” ujar Salsabila.
Berdasarkan data yang diolah tim pelaksana, dari sekitar 30 remaja yang mengikuti pelatihan, 21 data pre-test dan post-test berhasil dianalisis secara lengkap. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan skor kesiapan karier peserta setelah mengikuti pelatihan, dengan selisih rata-rata sebesar 2,38 poin dan nilai signifikansi 0,001, serta besar pengaruh (effect size) sebesar 0,82 yang tergolong besar. Angka ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya lebih memahami potensi dirinya, tetapi juga mampu menyusun rencana karier awal secara lebih terarah dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan.
Meski demikian, kegiatan ini baru dilaksanakan dalam satu kali pertemuan sehingga belum dapat mengukur konsistensi dampaknya dalam jangka panjang. Tim pelaksana berharap ke depan dapat dikembangkan sesi lanjutan atau pendampingan berkelanjutan, agar remaja Desa Gedangan memiliki pendampingan yang lebih utuh dalam mempersiapkan langkah menuju dunia pendidikan lanjutan maupun dunia kerja. [why]


