27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 13, 2026
spot_img

Dorong Efisiensi Pertanian, Mahasiswa Untag Surabaya Kenalkan Alat Penanam Biji Modern di Desa Gedangan


Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sub Kelompok 1 melaksanakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat penanam biji jagung modern yang dilaksanakan di Balai Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan membantu petani mengatasi kendala dalam proses penanaman jagung yang masih dilakukan secara manual. Melalui alat penanam biji jagung modern, proses pembuatan lubang tanam dan penyaluran benih dapat dilakukan dalam satu langkah sehingga lebih cepat, lebih praktis dan dapat dioperasikan oleh satu orang.

Sasaran kegiatan ini adalah anggota Gapoktan Maju Jaya beserta para petani di Desa Gedangan. Selain mendapatkan penjelasan mengenai manfaat teknologi tepat guna, peserta juga mengikuti praktik langsung penggunaan alat di lapangan agar dapat memahami cara kerja serta teknik pengoperasiannya. Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini diikuti oleh perangkat desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pertanian yang dapat meningkatkan efisiensi proses tanam sekaligus mengurangi beban kerja petani.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya inovasi di bidang pertanian, dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat penanam biji jagung modern, sesi praktik bersama peserta, diskusi, dan evaluasi melalui post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta memahami fungsi alat, manfaatnya dalam mempercepat proses tanam, kemudahan pengoperasian, serta kemampuan alat menghasilkan jarak tanam yang lebih rapi dan seragam.

Berita Terkait :  Ekosistem Teknologi Kembangkan Kemampuan Guru dan Pendamping agar dapat Mengajar Lebih Baik

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Salsabila R K. Syaharani, menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Teknologi tepat guna seperti alat penanam biji jagung modern diharapkan tidak hanya menjadi hasil inovasi, tetapi juga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendorong produktivitas pertanian di Desa Gedangan,” jelas Salsabila.

Kepala Desa Gedangan, M. Sholih, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. “Kami sangat berterima kasih kepada dosen dan mahasiswa UNTAG Surabaya yang telah memilih Desa Gedangan sebagai lokasi pengabdian. Semoga inovasi ini dapat membantu petani kami bekerja lebih mudah, menghemat waktu, dan meningkatkan hasil panen di masa mendatang.”

Ketua Gapoktan Maju Jaya sebagai mitra kegiatan juga menyambut baik hadirnya teknologi tersebut. “Selama ini kami masih mengandalkan cara tanam manual. Setelah melihat dan mencoba alat ini, kami merasa pekerjaan menjadi lebih ringan dan proses tanam lebih cepat. Kami berharap alat seperti ini dapat terus dikembangkan agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Untag Surabaya berharap penerapan teknologi tepat guna dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan kelompok tani diharapkan mampu mendorong terciptanya sektor pertanian yang lebih modern, efisien dan berkelanjutan. [why]

Berita Terkait :  UMSURA Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Soroti Isu Kesehatan Mental dan Pendidikan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!