27.4 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk


Nganjuk, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya melakukan kunjungan kerja maraton di Kabupaten Nganjuk pada Kamis (13/08).

Kunjungan lintas sektor ini memadukan agenda penguatan infrastruktur pelosok bersama TNI dan intervensi stabilisasi harga pangan bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali di Kecamatan Loceret untuk meninjau dan meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng.

Kehadiran Gubernur Jatim dan Pangdam V/Brawijaya beserta jajaran Forkopimda Jatim disambut langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk di Balai Desa Karangsono sebelum bergerak ke lokasi jembatan.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program akselerasi infrastruktur terpadu TNI. Selain meninjau fisik jembatan, Gubernur dan Pangdam V/Brawijaya menyerahkan paket sembako kepada warga penerima manfaat setempat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran nasional secara daring yang terhubung langsung dengan Presiden Republik Indonesia. Dalam peresmian terpadu ini, diluncurkan sebanyak 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di seluruh Indonesia, diselingi dialog interaktif antara Presiden RI, para Pangdam, dan warga penerima manfaat.

Jembatan Perintis Garuda Desa Genjeng, Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk yang turut diresmikan Presiden Prabowo ini ditegaskan Gubernur Khofifah sangat strategis. Karena menghubungkan 40 desa di dua kecamatan yaitu di Kecamatan Pace dan Kecamatan Loceret Kab. Nganjuk.

Dengan panjang 18 meter dengan lebar 1,8 meter, jembatan ini mampu menampung kapasitas beban maksimal 3,5 ton dengan kecepatan maksimal melintas 10 km/jam.

Berita Terkait :  Potensi Hujan Ekstrem Akhir Tahun , Dewan Minta BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Secara khusus, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur dasar yang dilakukan jajaran TNI dan Polri tersebut. Jembatan maupun sumber air bersih ini diyakini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Gubernur Khofifah mengatakan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari mempermudah akses menuju sekolah, pusat kegiatan ekonomi, hingga memperlancar mobilitas warga sehari-hari. Khusus di Provinsi Jawa Timur terbangun 270 Jembatan Perintis Garuda.

“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Usai agenda infrastruktur di Loceret, Pukul 12.00 Wib Gubernur Khofifah bertolak ke Pendopo KRT Sosrokoesumo untuk beristirahat sebebelum melanjutkan acara ke Lapangan Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, untuk meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Perum BULOG dan Pemkab Nganjuk.

Di lokasi pasar murah, warga Kecamatan Nganjuk memadati stan untuk mendapatkan komoditas pangan pokok dengan harga di bawah pasar tradisional, seperti Beras Medium SPHP (Rp11.000/kg), Beras Premium (Rp14.000/kg), Minyak Goreng (Rp13.000/liter), Telur Ayam Ras (Rp20.000/pack), hingga bumbu dapur dan daging ayam ras.

Di sela-sela peninjauan dan menyapa warga serta pelaku UMKM, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program Pasar Murah Pemprov Jatim tidak memiliki batasan kuota titik (unlimited) dan akan terus diguyur hingga akhir tahun demi mengendalikan laju inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Berita Terkait :  Ramadan Fest Kota Probolinggo 1447 H Dongkrak UMKM dan Kendalikan Inflasi

“Pasar murah ini kita upayakan di beberapa titik yang ada di jawa timr unlimited, targetnya sampai akhir tahun. Nanti ganti tahun kita mulai lagi,” tegas Khofifah saat dikonfirmasi wartawan di lokasi.

Khofifah menjelaskan, intervensi harga melalui pasar murah ini dilakukan sebagai respon atas dinamika pasar dan sempat terjadinya gangguan suplai pada komoditas seperti Minyakita.

“Kemarin sempat ada kekurangan suplai Minyakita. Kita koordinasi dengan BULOG dan blusukan ke pasar-pasar untuk memonitor ketersediaannya. Selain ke pasar, kita turun ke lapangan lewat pasar murah seperti ini. Bisa dicek, harga Minyakita, gula, dan beras di sini jauh di bawah harga pasar tradisional,” jelasnya.

Nampak pula Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta nyonya, Mas Wakil Bupati beserta nyonya, Sekda Nur Solekan beserta beberapa kepala organisasi pemerintah daerah (OPD).

“Kita berterima kasih kepada ibu Gubernur di sela-sela kesibukannya yang padat masih sempat untuk menggelar pasar murah untuk warga Kelurahan Kramat dan sekitarnya, kita apresiasi itu dan akan kita lanjutkan di beberapa titik lagi.” kata Marhaen Djumadi di dampingi Hj, S.Wahyuni Marhaen.

Melalui sinergi pembangunan fisik bersama TNI di pedesaan serta stabilitas harga pangan di wilayah perkotaan ini, Pemprov Jatim berharap ketersediaan pangan murah terjamin dan aksesibilitas ekonomi masyarakat Nganjuk semakin menguat. [end.ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!