Bojonegoro, Bhirawa
Sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan geliat positif dengan hadirnya destinasi wisata baru berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satunya PT Graha Batu Beling di Kecamatan Trucuk yang mengusung konsep wisata edukasi terpadu bernuansa resort di tepian Sungai Bengawan Solo.
Destinasi yang mulai beroperasi sejak 26 September 2025 tersebut tidak hanya menawarkan sarana rekreasi, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan perekonomian warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan pelaku UMKM.
Manager Graha Batu Beling, Mela, mengatakan kawasan wisata itu dirancang sebagai tempat rekreasi keluarga sekaligus edukasi yang menghadirkan berbagai fasilitas dalam satu area terintegrasi.
“Di dalam PT Graha Batu Beling terdapat fasilitas resort, wahana outbound, kuliner Sambelan Cemedhing, dan pusat oleh-oleh buah garing. Semua unit ini saling terintegrasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (2/6).
Salah satu wahana unggulan yang ditawarkan yakni Mbedidhing Outbound. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi sarana pendidikan karakter, pelatihan kepemimpinan, dan penguatan kerja sama tim bagi pelajar, mahasiswa, maupun instansi.
Menurut Mela, wahana outbound di Graha Batu Beling memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari area terbuka hijau yang representatif hingga lintasan high rope permanen yang diklaim menjadi salah satu yang tertinggi dan terpanjang di kawasan tersebut. Selain itu, tersedia pula wahana flying fox dengan panjang lintasan mencapai 30 meter.
Tak hanya fokus pada wisata petualangan, pengelola juga mengembangkan sektor kuliner dan olahan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat. Melalui warung Sambelan Cemedhing, pengunjung dapat menikmati menu khas bantaran sungai dengan harga terjangkau.
“Hanya dengan Rp15 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati paket nasi lengkap dengan ikan wader. Kami ingin harga tetap ramah di kantong masyarakat,” kata Mela.
Sementara itu, unit usaha Buah Garing mengolah hasil pertanian lokal seperti pisang, singkong, talas, dan telo ungu menjadi aneka keripik kemasan bernilai jual. Produk keripik pisang disebut menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan.
Untuk menarik kunjungan rombongan dari sekolah maupun instansi, pengelola menyediakan paket wisata outbound mulai Rp 35 ribu per orang. Paket tersebut sudah termasuk fasilitas oleh-oleh gratis bagi peserta.
“Reservasi dilakukan minimal H-3 dengan jumlah peserta minimal 10 orang. Untuk rombongan di atas 20 orang kami berikan potongan harga khusus,” jelasnya.
Dengan konsep resort berpadu panorama Bengawan Solo, Graha Batu Beling diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Bojonegoro sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. [bas.kt]


