Sejumlah siswa SMKN 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso intens mengikuti kegiatan PSAJ dikomlek sekolah setempat, Selasa (14/4). sawawi/bhirawa
Bondowoso, Bhirawa
Saat ini SMKN 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso punya program unggulan bernama PSAJ. Pada Selasa (14/4) kemarin memasuki PSAJ ke-7 yang berjalan sukses dan lancar. Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMKN 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso bahkan berjalan dengan penuh konsentrasi.
Menurut Kepala SMKN 1 Klabang, Siti Juwariyah, agenda PSAJ kali ini mengagendakan ujian dua mata pelajaran penting yang notabene membentuk karakter masa depan siswa, yakni Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK) serta Bahasa Daerah (Madura).
“Untuk jadwal ujian terbagi dalam dua sesi yakni sesi pertama, pukul 07.00 – 08.30 (KIK) dan pukul 09.00 – 10.30 (Bahasa Madura).
Untuk sesi 2 berlangsung hingga siang hari dengan mata pelajaran yang sama,” tutur Siti Juwariyah.
Mantan guru SMKN 1 Panji, Kabupaten Situbondo itu menambahkan, ujian KIK menjadi sorotan karena fokus membekali siswa menjadi seorang technopreneur atau sociopreneur. Nah, melalui mapel ini, siswa ditantang untuk merancang produk, strategi pemasaran dan membangun karakter solutif. “Ini agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri yang inovatif,” urai mantan Wakasek Humas SMKN 1 Panji, Kabupaten Situbondo itu.
Sementara itu, lanjut Siti Juwariyah, untuk ujian Bahasa Madura dilaksanakan sebagai upaya menjaga jantung Budaya Pandalungan di Bondowoso. Ini, katanya, sebagai pilar komunikasi lokal, penguasaan bahasa daerah dinilai krusial untuk memahami filosofi kesenian khas Klabang seperti Singo Ulung dan Topeng Kona. “Ini juga untuk menjaga ruh ritual adat seperti Rokat Dhisa,” papar Siti Juwariyah.
Wanita berhijab itu melanjutkan, saat ini pihak sekolah melalui dua mapel ini, SMKN 1 Klabang terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang modern dan mandiri secara ekonomi, namun tetap memiliki kecerdasan budaya. “Yang terpenting lagi bisa menunjukkan jati diri lokal yang kuat di tengah arus globalisasi,” pungkas Siti Juwariyah. [awi,san.wwn].


