23 C
Sidoarjo
Friday, September 4, 2026
spot_img

Gandeng Alibaba, Kadin Buka Akses UMKM Jatim Tembus Pasar Global

Kegiatan workshop dengan tema “Bring East Java Products to 200 Countries Worldwide” di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (2/9) petang.

Surabaya, Bhirawa. – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya dan Kadin Jatim menggandeng salah satu platform e-commerce, Alibaba guna memperluas pasar ke mancanegara semakin terbuka sehingga memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Timur.

Kerjasama dengan Alibaba ini untuk memberikan edukasi ekspor sekaligus membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya ke pasar global melalui platform digital dalam kegiatan workshop dengan tema “Bring East Java Products to 200 Countries Worldwide” di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (2/9) petang.

Indonesia Country Manager Alibaba, Ryan Liu, menerangkan kehadiran Alibaba di Surabaya tidak hanya untuk memperkenalkan platform perdagangan digital, tetapi juga memahami potensi produk lokal dan menyiapkan pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar internasional.

Menurutnya, Surabaya memiliki ekosistem usaha yang menarik. Selain pertumbuhan ekonominya yang dinamis, kota ini memiliki beragam produk potensial, mulai dari makanan dan minuman, biji kopi, hingga produk kayu dan furnitur.

“Ketika kami datang ke Surabaya, kesan pertama kami adalah Surabaya merupakan kota yang sangat dinamis dan energik, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Kami juga melihat banyak produk unggulan, seperti makanan dan minuman, biji kopi, produk kayu, hingga furnitur,” terangnya, Kamis (3/9).

Ryan menambahkan sebagian pelaku usaha di Surabaya bahkan telah berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Eropa. Namun, masih banyak pelaku usaha potensial yang belum memiliki akses atau pengetahuan yang cukup untuk menjangkau pembeli internasional.

Berita Terkait :  Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Pacitan Dilantik

Karena itu, Alibaba membawa dua agenda utama dalam kunjungannya. Pertama, memberikan pemahaman mengenai pasar global melalui platform Alibaba. Kedua, meluncurkan inisiatif bersama mitra lokal untuk mengembangkan pendidikan ekspor internasional di Surabaya.

“Kami berada di sini untuk melakukan dua hal. Pertama, memahami pasar global melalui Alibaba. Kedua, kami akan meluncurkan inisiatif baru bersama partner untuk mengembangkan pendidikan ekspor internasional di Surabaya dan memperkenalkan produk-produk Surabaya ke pasar global,” ujarnya.

Adapun program tersebut akan melibatkan channel partner yang membantu pelaku usaha mempersiapkan produk agar lebih siap masuk ke pasar internasional. Pendampingan tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap pasar dan kebutuhan pembeli global.
Ryan menjelaskan Alibaba saat ini telah berkembang menjadi salah satu platform business-to-business (B2B) dengan jaringan pasar yang luas. Platform tersebut menghubungkan pemasok dengan pembeli dari berbagai negara dan kawasan.

“Alibaba sebenarnya lahir dari bisnis ekspor. Sejak didirikan pada 1999, Alibaba telah berkembang menjadi platform B2B terkemuka. Saat ini kami menjangkau lebih dari 200 negara dan kawasan, dengan sekitar 50 juta pembeli dan lebih dari 200 ribu pemasok di seluruh dunia,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama dengan mitra lokal menjadi penting karena pelaku UMKM membutuhkan pendampingan yang lebih dekat dan sesuai dengan kondisi mereka. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya sekadar memasang produk di platform digital, tetapi benar-benar mampu mengelola bisnis untuk pasar ekspor.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa ini adalah kesempatan bagi UMKM untuk belajar bagaimana menembus pasar global.

Berita Terkait :  Komitmen Perbaikan Layanan, RSUD Husada Prima Gelar Konsultasi Publik

“Ini kan sudah go global, tentunya UMKM harus belajar, kualitas di global seperti apa. Dan Alibaba ini ada edukasi terkait kualitas serta kepastian jumlah barang,” tegasnya.

Nantinya, seluruh produk UMKM yang hadir akan dikurasi oleh Kadin terlebih dahulu dan selanjutnya oleh Alibaba. “Target Kadin, ada sekitar 100 UMKM yang on boarding di platform Alibaba selama satu tahun atau sekitar 8-10 UMKM dalam satu bulan,” papar Adik.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Surabaya, Medy Prakoso, mengatakan Kadin Surabaya mendukung program yang dilakukan Alibaba karena dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menembus pasar ekspor.
Ia mengungkapkan, program tersebut sejalan dengan upaya mendorong peningkatan ekspor produk-produk unggulan dari Surabaya. Setelah berdiskusi dengan pihak Alibaba, Kadin melihat terdapat sejumlah fasilitas yang dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan pasar internasional.

“Alibaba ini memiliki beberapa produk yang bagus, di antaranya penjaminan pembayaran, kurasi produk yang akan dipasarkan untuk ekspor, serta akses pasar. Ini semua menjadi trigger untuk mendorong perdagangan Surabaya ke luar negeri,” tuturnya.
Menurutnya, sejumlah produk UMKM Surabaya memiliki potensi untuk dikembangkan ke pasar global. Beberapa di antaranya adalah produk hortikultura, kerajinan (kriya), serta furnitur yang selama ini menjadi salah satu kekuatan industri di Surabaya.

Namun, sebelum masuk ke pasar ekspor, pelaku usaha perlu memastikan seluruh aspek legalitas dan perizinan telah terpenuhi. Hal tersebut menjadi salah satu syarat penting agar produk UMKM dapat dipasarkan secara berkelanjutan di pasar internasional.

Berita Terkait :  Bupati Mojokerto Berangkatkan 752 Jamaah Calon Haji

“Beberapa produk UMKM Surabaya yang potensial di antaranya produk horti, kriya, dan furnitur. Semua produk itu bisa dikembangkan untuk ekspor selama perizinan dan legalitasnya sudah tuntas,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa menyambut positif kehadiran Alibaba. Ia mendorong pelaku UMKM Jatim memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar, bukan hanya mengandalkan konsumen lokal.
Menurut Endy saat ini sudah banyak pelaku UMKM asal Jawa Timur yang telah mampu mengembangkan bisnisnya ke sejumlah negara. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk bersaing apabila pelaku usaha mau memanfaatkan akses dan pendampingan yang tersedia.
“Kalau memungkinkan, jangan hanya menjadi pemain di pasar Surabaya atau Jawa Timur. Manfaatkan platform ini seperti yang sudah dilakukan teman-teman yang berhasil masuk ke pasar luar negeri,” jelasnya.

Endy menambahkan, UMKM merupakan salah satu penopang penting perekonomian Jawa Timur, kontribusinya mencapai sekitar 60 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pembukaan akses pasar, termasuk melalui berbagai misi dagang antardaerah maupun kerja sama dengan platform perdagangan global.

Ia berharap kolaborasi dengan Alibaba dapat menjadi tambahan pilihan bagi pelaku UMKM Jatim untuk memperluas jaringan pembeli. Dengan semakin terbukanya akses digital, produk lokal diharapkan tidak berhenti beredar di pasar domestik, tetapi mampu masuk ke rantai perdagangan internasional. [riq.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!