Surabaya, Bhirawa – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menggandeng SMK Dr. Soetomo Surabaya dalam implementasi program SIDEK (Sistem Debit Kredit Enterprise Resource Planning) ERP melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan Hibah Pengembangan Inovasi. Program ini diwujudkan dalam pelatihan aplikasi SIDEK ERP yang berlangsung selama tiga hari, 21-23 Juli 2026.
Dosen Departemen Akuntansi FEB UGM, Fitri Amalia, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program di tiga kota yang dijalankan Departemen Akuntansi FEB UGM. Setelah pelatihan, para siswa akan diterjunkan untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).
“SIDEX ERP kami kembangkan secara modular untuk membantu pengembangan bisnis dan UMKM, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa jurusan akuntansi. Tidak hanya untuk praktik bisnis, tetapi juga sebagai aplikasi akuntansi digital,” ujar Fitri, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, pengembangan SIDEK ERP terus dilakukan. Jika pada 2024 aplikasi tersebut hanya memiliki lima modul, seperti akuntansi, keuangan, penjualan, dan pembelian, kini telah ditambah modul produksi, human resources, pengelolaan bahan baku, hingga manufaktur.
Pengembangan ini memungkinkan sistem digunakan oleh berbagai jenis usaha, seperti industri rajut, bakery, hingga usaha manufaktur lainnya. Mulai pekan depan, siswa akan terjun langsung mendampingi empat mitra UMKM, yakni sektor logistik, bakery, Smekdor Mart, dan Smekdor Multimedia. Pendampingan akan berlangsung hingga Desember 2026.
Menurut Fitri, skema pendampingan ini baru diimplementasikan tahun ini dan akan diperluas ke lebih banyak sekolah mitra pada tahun berikutnya. Saat ini program telah melibatkan sejumlah sekolah, di antaranya SMK 1 Godean, SMK YPKK Sleman, SMK Seputih Surabaya di Lampung, SMKN 1 Teluk Bintuni, dan SMK Dr. Soetomo Surabaya.
Guru Akuntansi SMK Dr. Soetomo, Akhmad Ma’sum, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa sekaligus menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri.
“Saat ini kami sudah bertransformasi dari pembelajaran akuntansi manual menjadi digital accounting. Siswa telah mempelajari berbagai aplikasi, baik lokal maupun yang digunakan perusahaan, seperti MYOB, Qrunch, Si Tek Edu, dan kini SIDEK ERP,” ujarnya.
Ia menambahkan, keunggulan sistem ERP dibanding aplikasi akuntansi lainnya adalah seluruh transaksi bersifat historis dan berkelanjutan. Kesalahan pencatatan dapat dikoreksi tanpa menghapus data sehingga jejak transaksi tetap terdokumentasi.
Disebutkan Akhmad, pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 22 siswa kelas X hingga XII, sedangkan gelombang kedua melibatkan 12 siswa yang akan diterjunkan langsung mendampingi UMKM.
Salah satu peserta, Ervina, siswa kelas XII SMK Dr. Soetomo, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu proses pembelajaran karena memberikan pengalaman praktik yang lebih nyata.
“Melalui SIDEK ERP kami bisa lebih banyak praktik daripada teori. Kami juga belajar menemukan kesalahan transaksi dan cara menyelesaikannya sehingga lebih siap ketika mendampingi UMKM,” katanya. [ina.wwn]


