27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Elektrifikasi Transportasi Dikebut, Surabaya Siapkan Rute Baru Bus Listrik

Surabaya, Bhirawa – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat program elektrifikasi transportasi umum sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Hingga kini, sebanyak 11 bus medium listrik telah beroperasi dan Pemkot Surabaya menargetkan penambahan satu rute kendaraan listrik pada akhir 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan elektrifikasi transportasi umum telah mulai diterapkan pada satu rute. Penambahan armada kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap, termasuk untuk layanan feeder dan transportasi sekolah.

“Elektrifikasi untuk transportasi umum atau Trans di Kota Surabaya sudah mulai. Ada satu rute yang memakai bus medium kendaraan listrik. Nanti perlahan tapi pasti tahun ini juga akan ada penambahan, termasuk di feeder dan kendaraan listrik sekolah,” kata Trio, Sabtu (29/8/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 11 bus medium listrik dan satu unit cadangan yang mendukung layanan transportasi umum Surabaya. Pemkot menargetkan satu rute tambahan dapat menggunakan kendaraan listrik pada akhir 2026.

Rute tersebut direncanakan melayani perjalanan dari kawasan Wonokromo-SIER menuju Kota Lama melalui kawasan TIC. Dengan penambahan tersebut, nantinya terdapat dua rute transportasi umum yang menggunakan kendaraan listrik.

Menurut Trio, program elektrifikasi merupakan bagian dari peta jalan transportasi Surabaya hingga 2030. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemkot Surabaya.

Berita Terkait :  Biro Perekonomian Setdaprov Sebut Misi Dagang Dorong Perekonomian Daerah

“Kalau di 2026 ini misalkan dua trunk dan empat feeder, semuanya juga kita selaraskan dengan anggaran Pemerintah Kota. Kalau hanya bisa merealisasikan satu, ya satu. Kalau dua rute, ya dua rute,” ujarnya.

Meski dilakukan bertahap, Trio memastikan target dalam peta jalan elektrifikasi akan terus dikejar hingga 2030.

Libatkan Operator Angkutan Lokal

Dalam proses elektrifikasi, Pemkot Surabaya juga memastikan pelaku usaha angkutan umum tetap dilibatkan. Operator yang memiliki izin trayek dan masih aktif akan diprioritaskan untuk terlibat dalam pengoperasian rute transportasi baru.

“Ketika nanti kita ada rute baru, pasti rute baru itu akan melewati rute angkutan yang ada. Semua pemilik kendaraan yang ada di situ kita prioritaskan, tentunya yang punya izin trayek dan masih berlaku,” jelas Trio.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, menjadi upaya pemerintah menjaga keberlangsungan usaha pelaku transportasi lokal di tengah proses modernisasi angkutan umum.

Sementara itu, DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Surabaya menyatakan siap mendukung program elektrifikasi transportasi umum. Ketua DPC Organda Kota Surabaya, Drs. H. Sunhaji Ilahoh, menilai modernisasi transportasi merupakan kebutuhan untuk menciptakan sistem mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

“Kami di Organda menyadari sepenuhnya bahwa masa depan transportasi adalah kendaraan listrik. Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Surabaya menuju zero emission,” kata Sunhaji.

Berita Terkait :  Potensi Design Grafis Kota Malang Tembus Tingkat Nasional

Organda juga siap membantu mempersiapkan operator angkutan, mulai dari bus hingga angkot, agar mampu beradaptasi dengan penggunaan kendaraan listrik.

Menurut Sunhaji, elektrifikasi tidak hanya perlu menyasar bus besar, tetapi juga angkutan kota atau mikrolet yang berfungsi sebagai feeder. Ia berharap jumlah armada listrik dapat ditambah secara bertahap hingga mencapai ratusan unit dan diikuti perluasan rute ke berbagai kawasan Surabaya.

“Dengan 11 unit yang ada sekarang, langkah kita baru dimulai. Kami menaruh harapan besar dan siap mendorong Pemkot agar dalam beberapa tahun ke depan jumlah armada bus listrik ini bisa bertambah secara masif hingga mencapai ratusan unit,” ujarnya.

Sunhaji menambahkan, keberhasilan elektrifikasi membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya atau charging station di sejumlah titik strategis. Menurutnya, transisi menuju kendaraan listrik juga harus tetap memperhatikan keberlangsungan usaha operator transportasi lokal.

“Transisi ini membutuhkan kolaborasi total. Kami siap memodernisasi armada dan meningkatkan kapasitas SDM operasional. Namun, kami juga berharap langkah ini diimbangi dengan alokasi anggaran daerah yang proporsional serta penyediaan charging station yang memadai,” katanya.

Organda sebelumnya turut terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) pembentukan peta jalan elektrifikasi transportasi Surabaya yang melibatkan Dishub, DPRD, akademisi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta pelaku industri otomotif dan karoseri.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mempercepat realisasi transportasi publik berbasis kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi emisi kendaraan di Kota Pahlawan. [ina.kt]

Berita Terkait :  WFH Setiap Rabu di Jatim Disebut Hemat 108.000 Liter BBM, Benarkah?

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!