31 C
Sidoarjo
Wednesday, August 26, 2026
spot_img

DPRD Gresik: Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi, Alokasi Anggaran Cabor Disorot

Gresik, Bhirawa – DPRD Kabupaten Gresik mendorong agar olahraga tidak lagi dipandang sebatas arena mengejar prestasi, melainkan dikembangkan menjadi sektor ekonomi baru yang mampu menggerakkan pariwisata, UMKM, hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gagasan tersebut mengemuka dalam publik hearing pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD, salah satunya Ranperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, menyampaikan bahwa publik hearing menjadi ruang penting untuk memastikan regulasi yang nantinya ditetapkan sebagai Perda benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Lima Ranperda yang dibahas meliputi: Pembangunan Kawasan Perdesaan, Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Wajib Latih Kerja bagi Perusahaan, Penyelenggaraan Keolahragaan, serta Pendidikan Wawasan Kebangsaan.

Menurut Kurdi, Ranperda Penyelenggaraan Keolahragaan memiliki cakupan luas, tidak hanya mengatur pembinaan dan pengembangan olahraga, tetapi juga pengelolaan keolahragaan, kompetisi, pengembangan IPTEK olahraga, industri olahraga, pendanaan, hingga pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi.

Namun politisi ini menginginkan regulasi tersebut memiliki arah yang lebih besar: olahraga harus mampu naik kelas dan terintegrasi dengan sektor pariwisata serta perekonomian daerah.

“Bagaimana penyelenggaraan keolahragaan di Gresik bisa naik level. Olahraga bisa berpadu dan menjadi salah satu daya tarik wisata, sehingga ke depan juga bisa menghasilkan PAD untuk Kabupaten Gresik,” kata Kurdi.

Ia menilai sejumlah negara telah membuktikan bahwa pengelolaan olahraga secara profesional mampu menciptakan dampak ekonomi yang besar. Oleh karena itu, Gresik perlu mulai memetakan cabang olahraga yang berpotensi dikembangkan menjadi atraksi wisata sekaligus industri olahraga. Dengan konsep ini, event olahraga diharapkan mampu menarik wisatawan, menghidupkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Berita Terkait :  Igor Tudor: Tottenham Hotspur dalam Kondisi Sulit

Kesejahteraan atlet juga menjadi sorotan. Kurdi menegaskan ekosistem olahraga di Gresik harus dibangun sedemikian rupa agar atlet tidak menjadikan olahraga sekadar hobi atau pekerjaan sampingan.

“Kita membangun ekosistem olahraga di Gresik sehingga olahraga bisa diandalkan oleh atlet sebagai sandaran hidup, menopang ekonomi keluarganya,” tegasnya.

Tanpa ekosistem yang kuat, atlet berpotensi kehilangan fokus karena harus mencari pekerjaan tambahan, yang dikhawatirkan mengganggu kesinambungan pembinaan dan pencapaian prestasi.

Persoalan pendanaan pun turut disorot. Alokasi anggaran pemerintah daerah untuk KONI saat ini berkisar Rp5 miliar untuk menaungi sekitar 53 cabang olahraga. Jika dirata-ratakan, dukungan tersebut belum mencapai Rp100 juta per cabor. Bahkan, pembinaan sejumlah cabor hanya berkisar Rp20 juta hingga Rp40 juta. Meski terdapat perbedaan alokasi untuk cabang unggulan, keterbatasan anggaran tetap menjadi kendala dalam meningkatkan prestasi secara menyeluruh. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!