Gresik, Bhirawa
Kegiatan bertajuk “Bhakti Peduli Nelayan Berdaulat”, yang dirangkai dengan safari Ramadan di kantor Kecamatan Ujungpangkah. Pemkab menyalurkan bantuan, dapatkan apresiasi dari anggota DPRD. Sangat bagus, sebab selama musim baratan berlangsung banyak nelayan yang tidak dapat melaut.
Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi mengatakan, bahwa bantuan dari pemkab bisa suport untuk meringankan beban. Namun bantuan sosial saja belum cukup untuk mengatasi persoalan, yang selalu terjadi setiap tahun saat musim baratan tiba. Ke depan pentingnya langkah jangka, berupa program pemberdayaan nelayan yang lebih berkelanjutan.
“Saya berterima kasih dan menyambut baik akhirnya Pemkab, merealisasikan penyaluran bansos untuk nelayan yang terkena dampak musim baratan. Karena ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh para nelayan, yang selama ini tidak bisa pergi melaut akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai alternatif usaha, yang bisa dijalankan nelayan ketika tidak dapat melaut. Salah satunya melalui pengembangan budidaya perikanan, maupun usaha lain yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
“Untuk mengatasi dampak musim baratan di tahun-tahun mendatang, selain bansos pemerintah daerah. Hendaknya juga menyiapkan program pemberdayaan, yang lebih sustainable bagi nelayan yang terdampak,” ungkap.
Sejumlah program yang bisa dikembangkan seperti budidaya ikan air tawar, budidaya rumput laut. Atau usaha lain yang memungkinkan menjadi pengalihan mata pencaharian.
Juga mendorong penguatan sektor pengolahan hasil perikanan, yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi. Dengan adanya usaha pengolahan ikan, para nelayan tetap dapat memperoleh penghasilan meskipun tidak melaut.
Ditambahkan Muhammad Kurdi, bahwa pemerintah juga perlu menggalakkan usaha pengolahan ikan. Yang memiliki nilai tambah ekonomis tinggi dan diminati pasar, sehingga saat musim baratan para nelayan tetap memiliki usaha sampingan yang bernilai ekonomi. [kim.dre]


