27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 13, 2026
spot_img

Kalah Bersaing, Sejumlah SDN di Bangil Pasuruan Kekurangan Murid

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bangil, Ibu Kota Kabupaten Pasuruan, menghadapi tantangan berat akibat minimnya jumlah peserta didik baru. Beberapa sekolah yang berada di pusat wilayah perkotaan ini justru gagal memenuhi kuota atau pagu siswa yang telah ditetapkan.

Salah satu kondisi paling kontras terlihat di SDN Dermo 2. Pada tahun ajaran kali ini, sekolah tersebut hanya berhasil menjaring 14 siswa baru. Jumlah tersebut hanya memenuhi separuh dari pagu ideal yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, yakni 28 siswa per kelas.

Kepala SDN Dermo 2, Yuliati, mengakui minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga yang dipimpinnya terus menurun dari tahun ke tahun. Menurut dia, letak geografis sekolah yang dikelilingi oleh sekolah-sekolah yang dianggap lebih populer menjadi faktor utama. “Setiap tahun memang sedikit yang berminat di sini. Kami kalah bersaing dengan SD di sekitarnya yang peminatnya cukup tinggi,” ujar Yuliati saat ditemui pada Senin (13/7).

Yuliati menjelaskan, SDN Dermo 2 saat ini berada di tengah-tengah kepungan sekolah favorit. Di jalur negeri, sekolahnya harus bersaing ketat dengan SDN Dermo 1 dan SDN Gempeng 1.

Situasi kian kompetitif dengan kehadiran dua lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan berskala besar di wilayah yang sama. “Dan kami diapit oleh SDN favorit dan sekolah swasta yang memiliki nama besar serta promosi yang gencar,” tambah Yuliati.

Berita Terkait :  AKBP Rezi Dharmawan Jabat Kapolres Situbondo

Tentusaja, fenomena kekurangan murid di ibu kota kabupaten ini bukan kasus tunggal. Berdasarkan data dari Koordinator Pengawas Sekolah Wilayah Kecamatan Bangil, terdapat lima SDN di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan yang nasibnya serupa, yakni memiliki jumlah siswa baru di bawah ambang batas ideal.

“Saat ini ada lima lembaga SDN yang masuk daftar di bawah pagu. Jumlah siswa baru mereka kurang dari 20 anak, padahal pagu standarnya adalah 28 siswa,” kata Kepala Pengawas Sekolah Wilayah Kecamatan Bangil, Dalikah.

Menyikapi tren penurunan ini, pihak pengawas meminta seluruh kepala sekolah dan guru di lembaga yang kekurangan murid untuk segera melakukan evaluasi total. Dinas Pendidikan mendorong sekolah-sekolah tersebut untuk tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional dalam menarik minat masyarakat.

“Sekolah harus berani membuat terobosan baru, mulai dari peningkatan kedisiplinan, pembenahan mutu pembelajaran, hingga pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang menarik bagi anak-anak. Jika tidak ada inovasi, sulit bagi mereka untuk bersaing,” tegas Dalikah. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!