Bojonegoro, Bhirawa – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro memastikan stok benih tembakau untuk musim tanam tahun 2026 masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani. Hingga saat ini, sisa stok benih tembakau yang tersedia tercatat sebanyak 5.810,78 gram.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menjelaskan bahwa stok awal benih tembakau yang dimiliki DKPP mencapai 14.554,28 gram.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.743,50 gram telah disalurkan kepada petani di sejumlah wilayah sentra tembakau di Bojonegoro.
“Penyaluran benih dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan petani dan pengajuan dari kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan),” ujarnya, Selasa (9/6).
Menurut Bambang, mekanisme pengajuan bantuan benih tembakau relatif sederhana. Kelompok tani cukup mengajukan surat permohonan resmi yang dilengkapi data identitas petani calon penerima bantuan.
“Untuk syarat pengajuan benih tembakau dari kelompok tani melalui proposal ringkas. Cukup ada surat permohonan resmi dari Ketua Kelompok Tani atau Gapoktan, kemudian dilampiri fotokopi KTP anggota yang akan melakukan pembibitan atau mbedeng,” jelasnya.
Ia mengatakan, lampiran fotokopi KTP tersebut nantinya digunakan sebagai dasar penyusunan daftar Calon Petani Calon Lahan (CPCL) beserta luasan lahan yang akan dikembangkan. Data tersebut diperlukan agar bantuan benih yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Bambang menambahkan, benih yang disediakan terdiri dari sejumlah varietas unggulan yang selama ini banyak dibudidayakan petani Bojonegoro. Varietas tersebut meliputi Virginia K326, Virginia T45 atau Bojonegoro 1, Paiton 4, Kasturi 2, Grompol Jatim, Rejeb Gagang Sidi, dan Jinten Pakpie.
Menurutnya, masing-masing varietas memiliki karakteristik tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar serta kondisi lahan pertanian. Varietas Virginia, misalnya, banyak diminati karena menjadi bahan baku industri rokok, sedangkan varietas lokal tetap dipertahankan karena memiliki cita rasa khas dan nilai ekonomis bagi petani.
Selain menyalurkan benih, DKPP Bojonegoro juga terus melakukan pendampingan kepada petani terkait teknik budidaya dan penggunaan benih unggul guna meningkatkan produktivitas tanaman tembakau.
Distribusi benih melalui kelompok tani dilakukan agar penyaluran lebih tepat sasaran serta mudah diawasi.
Dengan stok yang masih tersedia, DKPP optimistis kebutuhan benih tembakau petani pada musim tanam tahun ini tetap dapat terpenuhi. [bas.kt]


