Pemprov, Bhirawa – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Koperasi mulai menggulirkan tahap verifikasi dan validasi (verval) terhadap gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Target awal yang ditetapkan oleh Kementrian sebanyak 4.099 gerai yang bangunan dan sarana-prasarananya sudah terpenuhi akan diverifikasi dalam minggu ini sebagai langkah awal sebelum operasional penuh.
Arina Nur Fauziyah, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur mewakili Kepala Dinas, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan bahwa proses verval ini menjadi bagian krusial dari operasionalisasi KDKMP.
“Sebelum gerai KDKMP ini beroperasional secara penuh, dilakukan verifikasi dan validasi dulu terhadap bangunan yang sudah dibangun, sekaligus sarana-prasarana kelengkapan dari KDKMP tersebut,” ujarnya kepada Bhirawa, Kamis (17/9).
Menurut Arina, masing-masing kabupaten/kota di Jatim telah membentuk tim verifikasi dan validasi. Tim ini mulai turun ke lapangan sejak minggu ini untuk mengecek kelayakan fisik bangunan gerai, gudang, serta kelengkapan sarana pendukung seperti peralatan operasional dan kendaraan.
“Tim verval dari Kabupaten bersama dengan Kementerian Koperasi sudah mulai turun di lapangan, targetnya ada 4.099 KDKMP yang akan di-verval, mulai jalan di minggu ini,” kata Arina.
Proses ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, dinas koperasi setempat, serta pendamping dari Kementerian Koperasi.
Verifikasi lapangan mencakup sejumlah aspek penting agar gerai KDKMP benar-benar siap melayani masyarakat sejak hari pertama operasional. Beberapa poin yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain, kondisi fisik bangunan gerai dan gudang, termasuk instalasi listrik dan air.
Selain itu, pengecekan juga dilakukan pada kelengkapan sarana-prasarana operasional seperti meja, rak, timbangan, mesin kasir, peralatan gudang. Ketersediaan kendaraan operasional truk/pikap bantuan yang disalurkan melalui PT Agrinas dan Kodim.
Selain itu, dokumen administrasi pembangunan, seperti berita acara serah terima, laporan progres fisik. Lalu, kesiapan pengurus koperasi dan manajer profesional yang akan mengelola gerai.
Hasil verval akan dikategorikan menjadi tiga, layak tanpa catatan, layak dengan catatan atau masih ada kekurangan kecil yang bisa diperbaiki sambil jalan dan belum layak atau harus diperbaiki dulu sebelum diverifikasi ulang.
“Kalau memang sudah hasil dari verifikasi dan validasi tersebut sudah siap, gerai KDKMP itu untuk dioperasionalisasikan, akan segera dioperasionalisasikan, ujar Arina menegaskan.
Pernyataan Arina ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk tidak menunda-nunda operasionalisasi gerai yang sudah memenuhi syarat dan telah dilakukan pengecekan sesuai prosedur dan siap digunakan untuk operasionalisasi
Secara nasional, Kementerian Koperasi menargetkan verifikasi terhadap 17.280 gerai KDKMP rampung pada akhir September 2026, dengan operasional penuh ditargetkan mulai awal Oktober.
Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi dengan realisasi pembangunan gerai tertinggi, berkontribusi signifikan dengan target 4.099 gerai yang masuk tahap verval minggu ini.
Sebelumnya, Jatim telah merealisasikan pembentukan 8.494 KDKMP. Namun, tidak semua gerai yang sudah dibangun langsung beroperasi karena masih menunggu proses verval dan penyerahan sarana pendukung seperti kendaraan operasional.
Setelah tahap verval minggu ini selesai, hasil verifikasi akan menjadi dasar untuk segera menerbitkan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara pengembang PT Agrinas, pengurus koperasi, dan kepala desa sebagai pengawas.
Gerai yang dinyatakan layak akan langsung dioperasionalkan, sementara yang masih ada catatan akan diberikan waktu perbaikan sebelum diverifikasi ulang.
Dengan langkah ini, Pemprov Jatim optimis bahwa ribuan gerai KDKMP akan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat di tingkat akar rumput. [aya.gat]


