27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Dari Kampung untuk Kemerdekaan, Pawai Budaya Surodinawan Satukan Warga Kota Mojokerto

Kota Mojokerto, Bhirawa. – Semangat kemerdekaan belum surut meski Agustus hampir berakhir. Dari sudut kampung, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, kembali menunjukkan cara mereka merayakan kemerdekaan melalui Pawai Budaya dan Kreativitas, Minggu (30/8).

Pagi itu, kawasan Pasar Rakyat Ketidur berubah menjadi titik berkumpulnya warga. Perwakilan dari masing-masing RW di Kelurahan Surodinawan membawa beragam kreasi untuk memeriahkan pawai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pawai diberangkatkan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Bagi warga Surodinawan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi yang terus dirawat sebagai ruang bertemu, bergembira, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap tinggi dalam memeriahkan bulan kemerdekaan. Menurutnya, semangat warga Kota Mojokerto tahun ini terasa semakin kuat dengan hadirnya dua momentum besar, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Semangatnya warga Kota Mojokerto di bulan Agustus ini naik berlipat ganda. Kegiatan masyarakat di pelosok-pelosok kampung di masing-masing kelurahan luar biasa meningkat selama bulan Agustus ini,” ujarnya.

Konsistensi warga Surodinawan mempertahankan pawai budaya setiap tahun juga mendapat apresiasi. Kegiatan tersebut melibatkan banyak lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat hingga anak-anak.

”Di penghujung Bulan Agustus ini masih tetap istikamah, tetap konsisten untuk melaksanakan pawai kebudayaan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam pawai kali ini berbagai unsur masyarakat, mulai dari para tokoh sampai dengan krucil-krucilnya semuanya terlibat,” tutur Ning Ita.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Imbau Warga, Jaga Keselamatan Perjalanan KA di Perlintasan Sebidang

Pawai pun tidak hanya menghadirkan kemeriahan. Pergerakan warga dan pengunjung turut membawa dampak bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah stan UMKM ikut hadir di kawasan Pasar Rakyat Ketidur, menawarkan beragam produk kepada masyarakat yang datang.

Bagi Ning Ita, kegiatan masyarakat dalam skala besar seperti pawai budaya dapat menjadi penggerak ekonomi dari tingkat paling bawah. Ramainya pengunjung, termasuk masyarakat dari luar Kelurahan Surodinawan bahkan luar Kota Mojokerto, menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan.

”Kalau kegiatan pagi hari ini ada stan-stan UMKM yang terlibat, saya berterima kasih sekali. Ini mengundang kehadiran masyarakat tidak hanya warga Surodinawan, tidak hanya warga Kota Mojokerto, tetapi masyarakat dari luar Kota Mojokerto juga ikut hadir dan berbelanja di UMKM kita,” katanya.

Di tengah kemeriahan pawai, masyarakat juga mendapat akses layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan tersebut dihadirkan Pemerintah Kota Mojokerto sebagai bagian dari percepatan digitalisasi dokumen kependudukan.

Kota Mojokerto sendiri menjadi salah satu daerah yang masuk dalam piloting project digitalisasi KTP. Melalui IKD, masyarakat dapat mengakses berbagai dokumen kependudukan, seperti KTP, kartu keluarga, hingga akta kelahiran melalui satu aplikasi di telepon seluler.

”Target kita akhir tahun 2026 ini 100 persen warga Kota Mojokerto sudah memiliki KTP digital,” tegas Ning Ita.

Masyarakat yang hadir pun dapat memanfaatkan layanan perekaman IKD di lokasi kegiatan. Digitalisasi tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi pemerintahan.

Berita Terkait :  Dishub Kota Surabaya Hentikan 600 Jukir Akibat Tolak Digitalisasi

Namun, di balik seluruh kemeriahan itu, ada pesan yang lebih penting. Bagi Ning Ita, semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada pawai, perlombaan, maupun kemeriahan Agustusan. Semangat tersebut harus terus hidup dalam keseharian masyarakat melalui toleransi, gotong royong, dan kebersamaan.

”Semoga semangat merah putih terus berada di dalam hati kita, sanubari kita, dan kita wujudkan dalam bentuk tindakan dengan terus mempertahankan toleransi,” tandasnya.

Pawai Budaya dan Kreativitas Kelurahan Surodinawan menempuh rute dari Pasar Rakyat Ketidur, Jalan Suromurukan Raya, Jalan Citra Surodinawan Estate, Jalan Surodinawan, kemudian kembali ke Pasar Rakyat Ketidur.

Dari kampung, semangat kemerdekaan itu kembali menemukan maknanya: bukan hanya tentang merayakan, tetapi tentang bagaimana warga terus berjalan bersama, menjaga tradisi, menghidupkan ekonomi, dan merawat kebersamaan. [oky.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!