Kota Pasuruan, Bhirawa, – Komitmen pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi yang berjalan secara berkelanjutan, maka memasuki tahap kelima pelaksanaan Program Protein Cegah Stunting, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Pasuruan kembali menyalurkan bantuan protein hewani kepada puluhan anak penerima manfaat di Alfamidi Super Panglima Sudirman, Kota Pasuruan.
Adapun program yang dijalankan bersama Dinas Kesehatan Kota Pasuruan tersebut menyasar 50 anak yang membutuhkan dukungan tambahan pemenuhan gizi.
Branch Manager Alfamidi Cabang Pasuruan, Deni Firmanto, mengungkapkan keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat yang diberikan dapat dirasakan secara maksimal oleh penerima manfaat.
“Program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada upaya membangun kebiasaan pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak. Kami berharap dukungan yang diberikan secara konsisten dapat membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal,” terangnya, Senin (31/8).
Penyaluran bantuan yang dilakukan di Alfamidi Super Panglima Sudirman, Kota Pasuruan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.
“Melalui program ini, setiap anak menerima bantuan berupa 60 butir telur setiap bulan selama enam bulan berturut-turut. Bantuan protein hewani tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak pada masa pertumbuhan. Hingga Tahap kelima ini 15.000 butir telur sudah tersalurkan kepada 50 anak Kota Pasuruan,” jelas Deni.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga melibatkan pendampingan dari tenaga kesehatan yang terus memantau perkembangan anak penerima manfaat.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan intervensi gizi berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan anak.
Sementara itu, pendamping Progam Protein Cegah Stunting dari UPT Puskesma Kebongagung, Ida Yuana Sari, S.Gz. menyampaikan bahwa keterlibatan Alfamidi melalui program berkelanjutan seperti ini menjadi dukungan yang positif bagi masyarakat Kota Pasuruan dalam menekan prevalensi stu
“Pencegahan stunting membutuhkan sinergi. Program yang dijalankan secara berkesinambungan dapat membantu memperkuat intervensi yang telah dilakukan pemerintah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi anak,” pungkasnya.
Seiring memasuki tahap kelima, antusiasme orang tua penerima manfaat masih terlihat tinggi. Bahkan mereka secara rutin mengikuti kegiatan penyaluran dan pendampingan yang dilakukan.
Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pola makan bergizi sebagai fondasi tumbuh kembang yang sehat.[riq,hil.ca]

