Situbondo, Bhirawa – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah memberikan penganugerahan atau penghargaan kepada para pelaku dan pemenang Film Situbondo sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas serta upaya pelestarian budaya lokal, Selasa (18/8).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong sineas muda dan pelaku seni agar terus berkarya dengan mengangkat kekayaan budaya, bahasa, tradisi, serta kehidupan masyarakat Situbondo. Film Situbondoan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni audiovisual di daerah.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan kreativitas melalui film. Karena karya film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Film Situbondoan harus terus dikembangkan. Ini bagian dari kekayaan budaya dan identitas masyarakat Situbondo yang perlu kita jaga dan lestarikan. Kepada para sineas dan seluruh pihak yang terlibat diharapkan semakin aktif menghasilkan karya kreatif yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal.
“Penganugerahan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi perkembangan ekosistem perfilman daerah. Dengan dukungan pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, dan generasi muda, Film Situbondoan diharapkan mampu kembali menjadi salah satu kekuatan budaya dan ekonomi kreatif daerah,” kata Mas Rio.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, dalam lomba film Situbondoan ini, ikuti 37 peserta 10 peserta yang mendapat penganugrahan, diantaranya Juara 1 Satria Santri Patriot Bangsa, Juara 2, Oosthoek Dengung dari Ujung Timur, dan juara 3. A Kor – Kor.
“Juara 1 terpilih film berjudul Satria Santri Patriot Bangsa. Saya kira filim itu layak mendapat juara 1. Skenarionya, pesan moralnya yang disampaikan juga bagus. Bagi saya film Satria Santri Patriot Bangsa profesional sekali. Mudah-mudahan bisa memproduksi film yang lebih panjang lagi,” pesan Mas Rio kepada Sutradra sekaligus pemain film pendek Satria Santri Patriot Bangsa.
Kemudian juara 2, lanjut Mas Rio, film pendek berjudul Oosthoek Dengung dari Ujung Timur yang mengangkat pembuatan Jalan Daendeles Panarukan-Anyer juga bagus dan layak mendapat juara 2. Lalu, juara 3 film yang berjudul A Kor-Kor yang menceritakan tentang kehidupan santri juga bagus.
“Pemerintah Kabupaten Situbondo juga akan mengangkat isu soal Jalan Anyer-Panarukan ini. Kami juga sudah MoU dengan Kabupaten Serang. “Kita juga akan berkoordinasi dengan banyak stakeholder. Salah satunya nanti juga akan lomba penulis novel Anyer-Panarukan,” terang Mas Rio.
Mas Rio kembali menerangkan perihal sosok Daendels. Daendels itu, aku dia, patuh kepada rajanya Napoleon. ‘Napoleon ini orang Prancis yang menjadi Raja Belanda karena penugasan dari Prancis waktu itu,” pungkas Mas Rio. [awi.wwn]


