27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Bupati Madiun: SR Beri Kesempatan Setara kepada Anak Indonesia


Kabupaten Madiun, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House bagi calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) TA 2026/2027 di Jl. Kasatrian, Kelurahan Nglames Kec. Madiun, Selasa (14/7) yang dihadiri Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI, Rachmat Koesnadi.

Turut hadir, Kadinsos Propinsi Jatim, Restu Novi Widiani, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, SH MAk, beserta Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, MH, Plt. Bupati Ponorogo, Sekda Kabupaten Madiun, Kajari Kabupaten Madiun, Ketua DPRD Ponorogo, Kepala sekolah rakyat dari Kabupaten Madiun dan Ponorogo.

Dalam sambutannya Bupati Madiun menyatakan dukungannya terhadap program strategis pemerintah tersebut melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Menurutnya, sekolah rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

“Keberhasilan seseorang tidak ditentukan darimana dia berasal, tetapi dari kemauan untuk belajar, bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Jadikan sekolah ini menjadi rumah kedua, tempat kalian bertumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan berdaya saing”, paparnya.

Bupati berharap sekolah rakyat di Kabupaten Madiun ini menjadi contoh bahwa pendidikan mampu menjadi jalan memutus mata rantai kemiskinan, membuka masa depan yang lebih baik, sekaligus melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait :  Larasati PAUD Kediri Jadi Ruang Ekspresi Anak, Wali Kota Dorong Penguatan Pendidikan Prasekolah

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI, mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Madiun menargetkan menerima 360 peserta didik pada tahun ajaran pertama. Hingga pertengahan Juli, jumlah calon siswa yang telah terdaftar mencapai 279 orang, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 81 siswa.

Dari Kabupaten Madiun sendiri, tercatat 203 pendaftar, yang terdiri dari 28 siswa SD, 90 siswa SMP, serta 85 siswa SMA. Sedangkan dari Kabupaten Ponorogo terdapat 76 pendaftar, yakni 16 siswa SD, 30 siswa SMP, serta 30 siswa SMA. [dar.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!