31.7 C
Sidoarjo
Wednesday, July 1, 2026
spot_img

“Bukan Sekadar Viral di Lapangan: Strategi Komunikasi TikTok Harian Bhirawa Merajut Engagement Publik”

Laila Dona Bulan Nouvianti, saat wawancara dengan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di acara pelantikan Pengurus KORMI Jatim.

Surabaya,Bhirawa

Di era digital saat ini, media sosial bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan medan pertempuran utama untuk memperebutkan perhatian publik. Fenomena ini membawa pergeseran besar bagi industri media cetak konvensional. Menariknya, Harian Bhirawa ini media yang selama ini lekat dengan jurnalisme pembangunan dan birokrasi di Jawa Timur mengambil langkah berani dengan merambah platform TikTok.

Bagi seorang praktisi Public Relations (PR), langkah ini bukan sekadar ikut-ikutan tren atau pencarian angka fyp (viral) semata. Di balik video-video pendek tersebut, terdapat sebuah strategi komunikasi yang terukur untuk membangun engagement (keterikatan) publik yang mendalam, khususnya dengan Generasi Z.Walaupun mungkin konten melalui Tiktok tidak melulu hanya sekedar viral,tapi bisa dikemas dalam bentuk liputan yang bisa sebagai konten yang trend dengan pengeditan yang jauh lebih modernisasi di era saat ini.

Tantangan terbesar media serius seperti Harian Bhirawa di ranah digital adalah persepsi publik bahwa berita pembangunan itu “berat” dan “membosankan.” Di sinilah ilmu komunikasi mengambil peran penting melalui proses encoding (pengemasan pesan) yang kreatif.

Melalui akun TikTok-nya, Bhirawa berhasil melakukan dekonstruksi pesan. Kebijakan publik yang rumit, informasi infrastruktur, hingga dinamika pemerintahan daerah tidak lagi disajikan dalam bentuk teks panjang berparagraf. Informasi tersebut dikonversi menjadi konten visual yang dinamis, infografis estetis, atau penjelasan kasual dengan gaya bahasa yang relatable bagi anak muda. Strategi Creative PR ini berhasil memangkas jarak antara media formal dengan audiens muda tanpa harus kehilangan esensi dan wibawa informasinya.

Berita Terkait :  Kemdiktisaintek dan UMSurabaya Perkuat Budaya Riset dan Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah

Dalam dunia Public Relations, keberhasilan sebuah komunikasi tidak hanya diukur dari seberapa banyak orang yang melihat pesan tersebut (views atau reach), melainkan seberapa jauh publik merasa terlibat (engagement). Viral itu bonus, tetapi interaksi adalah komitmen.

Kelebihan utama TikTok yang dimanfaatkan oleh Bhirawa adalah ruang interaksinya yang sangat hidup. Melalui fitur kolom komentar, stitch, hingga konten berbasis tanya-jawab (Q&A), Bhirawa mempraktikkan teori komunikasi dua arah (two-way symmetrical communication). Ketika netizen memberikan tanggapan atau pertanyaan dan kemudian direspons oleh tim media sosial dengan video penjelasan yang ramah, di situlah kedekatan emosional terbangun. Publik tidak lagi memandang Bhirawa sebagai institusi kaku, melainkan sebagai “rekan berdialog” yang responsif.

Penulis by : Laila Dona Bulan Nouvianti (MG09 )

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Peminatan Public Relations,Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

#KomunikasiUntag #KitaUntagSurabaya #UntagSurabayaKeren #HarianBhirawa #MagangUntag2026 #KampusKompeten #KomunikasiDigital

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!