Gresik, Bhirawa — Mencegah kecelakaan kerja tidak cukup hanya dengan kelengkapan alat pelindung diri. Kemampuan pekerja memberikan pertolongan pertama saat keadaan darurat juga menjadi kunci utama keselamatan di tempat kerja. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui program sertifikasi Petugas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Tahun 2026.
Sebanyak 10 pekerja dari dua perusahaan mendapatkan sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan dalam program ini — sembilan orang dari PT Xinyi Glass Indonesia dan satu orang dari PT Adybuana Persada.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik, Purwantono, menjelaskan keberadaan petugas P3K bersertifikat sangat penting guna memastikan pertolongan pertama dapat diberikan secara tepat dan cepat saat terjadi kecelakaan kerja.
“Dengan kemampuan tersebut, risiko yang lebih besar dapat diminimalkan,” ujarnya.
Peserta pelatihan dibekali materi teknis mencakup penanganan awal korban, pemeriksaan kondisi, penanganan luka, hingga prosedur evakuasi sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan. Peningkatan kompetensi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi memperkuat sistem keselamatan secara menyeluruh di lingkungan perusahaan.
Purwantono menegaskan, perlindungan pekerja bukan hanya soal pemberian jaminan saat risiko terjadi. Upaya pencegahan, peningkatan kompetensi, dan kesiapsiagaan darurat juga menjadi bagian penting mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif. [kim.kt]


