32.2 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

BNPB Bakal Kirim Helikopter Water Bombing Bantu Atasi Kebakaran di Kawasan TNBTS

Kab Malang, Bhirawa – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini sudah merembet ke wilayah Kabupaten Malang. Sehingga petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan setelah kobaran api mencapai kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Sedangkan kobaran api dari kawasan Watu Gede atau Kedung Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merembet ke arah Jemplang akibat kondisi angin yang cukup kencang.

Dengan kebakaran semakin luas, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu pemadaman api melalui udara dengan menggunakan helikopter water bombing. Hal ini untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS. Sedangkan langkah tersebut diambil karena upaya pemadaman dari darat terkendala medan yang sulit dijangkau.

Hal ini dibenarkan, Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto, Kamis (6/8), kepada wartawan. Dia mengatakan, kebakaran yang terjadi di kawasan TNBTS telah membakar seluas 10 hektar lahan. Sehingga tim gabungan telah melakukan pemadaman dari darat, namun kondisi medan membuat proses penanganan belum optimal. Dan saat ini api membakar ilalang kering, semak belukar, pakis, hingga cemara, hal ini akibat musim kemarau. “Kobaran api tersebut berada di lokasi yang susah dijangkau oleh manusia. Sehingga dengan meluasnya kobaran api, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta bantuan udara berupa helikopter water bombing,” terangnya.

Berita Terkait :  Tiga Bapalson Siap Majukan Potensi Kota Batu di Pilkada 2024

Menurutnya, BNPB untuk sementara ini menyiapkan dua unit helicopter, jumlah tersebut akan dievaluasi kembali setelah dilakukan asesmen di lapangan. Sementara, dari hasil peninjauan nanti akan dilihat, apakah dua unit helikopter water bombing ini sudah cukup apa belum, karena berdasarkan pengalaman tahun 2023 lalu, saat kawasan

TNBTS terbakar, dua unit helikopter mampu membantu memadamkan kebakaran. Sedangkan untuk helikopter ditargetkan segera diberangkatkan ke Jawa Timur (Jatim) dalam waktu dekat ini. Dan BNPB juga akan menyesuaikan jenis armada yang tersedia, baik helikopter water bombing tipe Mi maupun Sikorsky.

Untuk mempercepat pengiriman, kata Suharyanto, BNPB berencana mengalihkan armada dari operasi penanganan Karhutla yang saat ini membantu pemadaman Karhutla di enam provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain dukungan udara, BNPB juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Namun hingga saat ini upaya tersebut belum dapat dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan hujan yang memadai. “Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG. Namun, sampai siang ini belum ada pertumbuhan awan hujan, sehingga dalam beberapa hari nanti operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, dirinya meminta seluruh elemen di daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla selama musim kemarau. Oleh karena itu, pentingnya mengaktifkan peran Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). “Tapi jangan hanya bersifat seremonial, namun benar-benar berfungsi memberikan informasi kepada masyarakat, melakukan patroli, dan meningkatkan kewaspadaan ketika wilayahnya terancam bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Suharyanto. [cyn.kt]

Berita Terkait :  Satpol PP Kota Mojokerto dan Bea Cukai Sidoarjo Gelar Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!