27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Berprestasi di Bidang Pengelolaan Sampah, Pemkab Sidoarjo dapat Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar

Pemkab Sidoarjo, Bhirawa. – Karena dinilai berprestasi dalam pengelolaan sampah dan lingkungan asri di area Jawa – Bali, Pemkab Sidoarjo, jum at (28/8) akhir pekan lalu memperoleh insentif fiskal sebesar Rp1,5 miliar.

Yang diserahkan oleh Mendagri Muhammad TitoKarnavian kepada Bupati Sidoarjo Subandi di Nusa Dua Convention Centre, Bali.

Bupati Subandi didampingi plt Sekda Sidoarjo M.Ainur Rahman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo Arif Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Ridho Prasetyo, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina.

Ajang Apresiasi terhadap Pemerintah Daerah berprestasi 2026 ini diikuti tujuh Provinsi, 93 Kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali.

Menurut Mendagri, apresiasi yang diberikan kepada pemerintah daerah berkinerja baik bisa berbuah positip pada kepercayaan publik. Manfaat lainnya, dapat meningkatkan daya tarik investasi serta membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha.

“Tentu saja kepada yang berprestasi Pemerintah pusat akan memberikan insentif fiskal, dan tentunya penghargaan bukan menjadi tujuan akhir,” katanya dalam acara itu.

Bupati Subandi menyampaikan rasa syukur, dan disampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di Pemkab Sidoarjo.

” ini sebagai hasil kerja bersama, mulai dari Pemda, kecamatan sampai desa” ujar Subandi.

Jenis sampah, kata Subandi, diantaranya ada sampah organik, anorganik, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Dirinya mengajak masyarakat Sidoarjo membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Berita Terkait :  Pemkab Malang Bekerjasa Sama dengan PT Semen Gresik, Wujudkan Indonesia Bersih

Agar sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah tidak terlalu banyak. Sehingga akan bisa memperpanjang masa pakai TPA sampah di Kabupaten Sidoarjo yang ada di Desa Kupang Kecamatan Jabon tersebut.

Data dari Dinas LKH Sidoarjo, sekitar 534 ton (59%) dari total sampah harian, masih dibuang langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon. Sampah belum terkelola, sekitar 86,58 ton (9,7%) dibuang secara liar di lokasi yang tidak semestinya.

Saat ini sebagian besar sampah yang masuk ke TPA masih berupa sampah tercampur (77,24%), sehingga TPA Jabon diprediksi mengalami overkapasitas dalam 5 hingga 7 tahun ke depan. [kus.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!