Gresik, Bhirawa – Batik Bangsawan, usaha batik milik Midhiatul Fitriyah di Desa Legowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, mencatat omzet sekitar Rp70 juta per bulan. Usaha yang dirintis sejak 2016, kini memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah pasar luar negeri, termasuk Thailand dan New York.
Fitriyah membangun usaha, bersama almarhum suaminya. Pada awalnya, ia mempelajari proses produksi sekaligus mencari strategi agar produknya diterima pasar.
“Saya ini didampingi dari nol, dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini,” ujar Fitriyah.
Perkembangan batik bangsawan didukung pendampingan PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero). Pendampingan meliputi akses permodalan, pelatihan, standardisasi produk, serta fasilitasi promosi dan pemasaran.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Nuril Huda, mengatakan pendampingan ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk, kemampuan pengelolaan usaha, dan daya saing UMKM. Pada 2025, Batik Bangsawan memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu dasar, untuk memperluas akses pemasaran.
“Yang ingin kami dorong, adalah bagaimana UMKM terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya. Kemudian tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat, dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” kata Nuril.
Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Petrokimia Gresik membawa Batik Bangsawan bersama Gula Aren Temon untuk memperkenalkan produk lokal kepada calon pembeli, termasuk dari luar negeri. Batik bangsawan juga tampil dalam INACRAFT 2026, bersama OG Jewelry dan Deweluxe sebagai bagian dari 20 UMKM mitra binaan Pupuk Indonesia Group. Pada pembukaan pameran tersebut, stan UMKM binaan Pupuk Indonesia dikunjungi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Pemasaran batik bangsawan, kini mencakup sejumlah wilayah di Indonesia dan pasar luar negeri. Thailand dan New York termasuk tujuan penjualan yang dijangkau, antara lain melalui platform digital.
Usaha tersebut juga meraih penghargaan Platinum, pada Bina Mitra UMKM Award 2025. Bagi Fitriyah, pameran menjadi sarana promosi. Sekaligus tempat mempelajari perkembangan pasar.
“Di forum pameran itu kami tidak hanya bisa promosi, tetapi juga belajar. Kami jadi tahu bagaimana memperkenalkan produk dan mendapatkan pengalaman baru,” tuturnya.
Petrokimia Gresik, turut menggunakan produk Batik Bangsawan untuk sejumlah kebutuhan suvenir perusahaan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik, berkat pendampingan dan bimbingannya. UMKM batik saya sampai saat ini masih eksis, dan terus diminati. Tidak hanya diberikan pelatihan, kami juga dibantu dalam penjualan,” ujar Fitriyah.
Selain mencatat omzet dan memperluas pasar, Batik Bangsawan mempekerjakan sembilan orang dari lingkungan sekitar. Pertumbuhan UMKM batik berdampak pada perekonomian masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan warisan budaya.
“Ketika UMKM batik tumbuh, ada lapangan pekerjaan yang tercipta, ekonomi masyarakat yang ikut bergerak. Sekaligus warisan budaya, yang terus hidup dan semakin dikenal,” tandas Nuril.
Fitriyah berharap Batik Bangsawan, terus berkembang dan memperluas pasar. “Dulu saya mulai dari kecil sekali, sekarang Alhamdulillah usaha ini bisa berkembang. Dan memberikan pekerjaan untuk orang lain, saya berharap Batik Bangsawan bisa terus berkembang. Semakin dikenal, dan membawa nama Gresik lebih jauh,” pungkasnya. [kim.kt]



