33.7 C
Sidoarjo
Tuesday, October 20, 2026
spot_img

​Angka Kemiskinan Situbondo Turun Jadi 10,83 Persen, Bupati Mas Rio Sebut Hasil Kerja Sama Semua Pihak

​Situbondo, Bhirawa – Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo per Maret 2026, persentase penduduk miskin di Kabupaten Situbondo mencatatkan penurunan menjadi 10,83 persen.

Jumlah tersebut setara dengan 75,93 ribu jiwa, atau mengalami penurunan sebanyak 2,09 ribu jiwa jika dibandingkan dengan data tahun 2025.  ​Selain itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) membaik dari 0,71 pada tahun 2025 menjadi 0,66 pada tahun 2026. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menunjukkan tren positif, turun dari 0,07 menjadi 0,06 pada periode yang sama. 

​Menanggapi rilis resmi BPS tersebut, Bupati Situbondo, Mas Rio, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah daerah serta masyarakat yang terus bersinergi dalam program pengentasan kemiskinan.

​”Penurunan angka kemiskinan sebesar 2,09 ribu jiwa ini merupakan kabar baik sekaligus bukti nyata bahwa berbagai program intervensi sosial dan penguatan ekonomi daerah yang kita jalankan mulai membuahkan hasil. Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan yang juga membaik mengindikasikan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara warga miskin semakin mengecil,” ujarnya. 

​Meski demikian, BPS juga mencatat adanya kenaikan Garis Kemiskinan (GK) Situbondo sebesar 7,64 persen, dari Rp 428.100 menjadi Rp 463.537 per kapita per bulan pada tahun 2026.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh perkembangan harga kebutuhan pokok, meskipun angka Garis Kemiskinan Situbondo dicatat masih berada di bawah rata-rata Garis Kemiskinan Provinsi Jawa Timur. 

Berita Terkait :  Fokus Transformasi Digital dan Inovasi, BSI Cetak Pertumbuhan Laba 22,83 Persen

​Menyikapi hal tersebut, Bupati Mas Rio menegaskan bahwa Pemkab Situbondo akan terus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap laju inflasi daerah.

​”Kenaikan harga bahan pokok harus terus kita antisipasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kami akan memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar agar daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap terjaga. Ke depan, intervensi program akan kita tingkatkan dengan ragam pendekatan yang lebih tepat sasaran,” sebutnya.

​Terakhir Mas Rio juga memaparkan indikator keberhasilan penurunan angka kemiskinan daerah yang sejalan dengan penguatan roda perekonomian. Salah satunya ditunjukkan oleh tren positif pertumbuhan investasi daerah yang mengalami peningkatan signifikan hingga 180 persen.

​”Kunci penurunan kemiskinan ada pada pergerakan ekonomi. Ketika investasi tumbuh, kegiatan ekonomi bergerak, dan konsumsi rumah tangga meningkat—seperti sektor pertanian, perdagangan, hingga UMKM—maka pendapatan masyarakat ikut terangkat,” jelasnya.

​Meski angka kemiskinan di Situbondo terus menunjukkan tren penurunan, Mas Rio mengaku belum puas dan berkomitmen untuk mengakselerasi capaian tersebut agar dampaknya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat luas.

​”Strategi penanganan kemiskinan kita sudah berada di jalur yang benar (on the track). Namun saya belum puas, saya ingin penurunannya bisa lebih cepat lagi. Salah satu kuncinya adalah memutakhirkan data riil kemiskinan bersama para RT ini,” pungkasnya. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!