27.2 C
Sidoarjo
Wednesday, July 1, 2026
spot_img

ALLPack Surabaya Expo Perluas Akses Teknologi Pengemasan UMKM dan IKM

Pemprov Jatim, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap penyelenggaraan ALLPack Surabaya Expo 2026 menjadi momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memperluas akses terhadap teknologi pengolahan dan pengemasan produk. Melalui pameran internasional tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus nilai tambah produk lokal.

Harapan itu disampaikan Khofifah saat membuka ALLPack Surabaya Expo 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu (1/7). Pameran yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 itu menghadirkan berbagai teknologi pengemasan, pengolahan, dan automasi untuk sektor pangan, minuman, farmasi, hingga kosmetik.

Menurut Khofifah, kehadiran teknologi pengemasan modern menjadi bagian penting dalam memperkuat hilirisasi industri di Jawa Timur. Melalui inovasi, sinergi, dan kolaborasi, pelaku UMKM dan IKM dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang memenuhi standar pasar nasional maupun ekspor.

Secara khusus Gubernur Khofifah menegaskan, acara ini akan membawa efek positif bagi dunia industri di Jawa Timur. Sebab, ALLPack Surabaya Expo dapat memperkuat hilirisasi melalui inovasi, sinergi, dan kolaborasi agar mampu meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

“Ketika manufaktur diperkuat, maka akan ada hilirisasi. Dan kalau cerita hilirisasi, seluruh warga membutuhkan proses percepatan itu. Dari dulu saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Itu saya inisiasi sejak tahun 1992 saat masih di Komisi VIII DPR RI. Kalau proses itu bisa kita kuatkan sesuai kebutuhan ekspor, mulai dari standar bahan baku, tingkat kesehatan produk hingga packaging, maka ini akan memberikan penguatan yang luar biasa terutama bagi IKM,” ujar Khofifah.

Berita Terkait :  Viral #Boikot Trans7

Ia menjelaskan, Jawa Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, hortikultura, dan perikanan yang membutuhkan dukungan teknologi pengolahan serta pengemasan agar produk memiliki umur simpan lebih panjang dan nilai jual yang lebih tinggi.

“Nelayan di Jawa Timur banyak, petani kita juga banyak, baik di sektor agro maupun hortikultura. Mereka membutuhkan pengolahan dan pengemasan. Kalau proses petik, olah, kemas, dan jual ini bisa kita kuatkan sesuai kebutuhan ekspor, mulai dari standar bahan baku, tingkat kesehatan produk hingga packaging, maka ini akan memberikan penguatan yang luar biasa terutama bagi IKM,” lanjut Gubernur Khofifah.

Menurutnya, proses pengolahan dan pengemasan pascapanen merupakan tahapan penting yang mampu meningkatkan kelas produk. Sebaliknya, tanpa pengolahan yang memadai, hasil panen akan lebih cepat rusak sehingga mengurangi pendapatan pelaku usaha.

Karena itu, Khofifah menilai investasi pada sektor pengolahan dan pengemasan harus terus diperkuat sebagai solusi untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendorong kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku IKM. “Nah, maka saya seringkali menyampaikan inilah tantangan yang setidaknya ada investasi yang bisa memberikan solusi. Sehingga nilai tambah produk juga tinggi. Jadi, saya seringkali menyampaikan, Misi Dagang di Jawa Timur itu bukan kita mau besar sendiri tetapi bagaimana kita tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” tuturnya.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu optimistis pameran internasional seperti ini akan menghasilkan tindak lanjut yang konkret bagi pelaku usaha. Sehingga, akan lebih banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap konsultasi desain yang mengangkat produk UMKM.

Berita Terkait :  Diketahui Masih Buang Limbah Industri, Tim Patroli Air Terpadu Jatim Ambil Sampel Saluran PT DYS

“Insya Allah, plan of action event ini akan menjadi bagian penting setelah expo ini. Bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga seluruh provinsi di Indonesia. Ini sangat inspiratif dan mudah-mudahan dapat diikuti oleh pelaku usaha besar maupun menengah termasuk IKM sehingga mereka mendapatkan manfaat dan berkah dari International Exhibition kali ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menjelaskan ALLPack merupakan identitas baru pameran yang sebelumnya dikenal sebagai East Pack. Perubahan nama tersebut mencerminkan semakin besarnya skala dan cakupan pameran sebagai ajang teknologi pengolahan dan pengemasan terbesar di Indonesia.

Ia menyebutkan, selama empat hari penyelenggaraan, ALLPack Surabaya Expo diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara, termasuk Indonesia. Selain itu, sekitar 10 IKM asal Jawa Timur dan berbagai daerah di Pulau Jawa turut dilibatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional.

“Kami bangga menghadirkan sekitar 10 IKM dari Jawa Timur dan berbagai daerah Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional. Kami juga berterima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya terhadap penyelenggaraan pameran ini,” pungkasnya.[ina.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!