29.3 C
Sidoarjo
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

350 Personel Disiagakan Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Kota Kediri

Pemkot Kediri, Bhirawa. – Sebanyak 350 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Kediri, PLN, dan instansi terkait disiagakan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim hujan. Kesiapsiagaan diperkuat melalui koordinasi lintas instansi, termasuk pembentukan tim reaksi cepat dan layanan pengaduan selama 24 jam.

Kesiapan ditandai melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Bencana Hidrometeorologi yang dihadiri Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin di Lapangan Apel Polres Kediri Kota, Rabu (4/11). Apel dipimpin Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin mengatakan, Pemkot Kediri melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Langkah tersebut meliputi pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi dengan instansi terkait.

”Melalui langkah-langkah mitigasi yang dilakukan, harapannya potensi bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan dampaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu mengatakan, peralihan musim kemarau ke musim hujan menjelang akhir 2026 meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bencana. Di antaranya banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Menurutnya, meski banjir skala besar bukan menjadi potensi bencana yang dominan di Kota Kediri berdasarkan pengalaman kejadian sebelumnya, sejumlah risiko lain tetap harus diantisipasi. Termasuk kemungkinan kenaikan debit air Sungai Brantas yang dapat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai.

Berita Terkait :  Wabup Asluchul Alif Lantik Pengurus BAMAG Gresik Periode 2025 - 2030

Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana, masing-masing instansi telah membentuk tim reaksi cepat dengan petugas piket selama 24 jam. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan kondisi darurat melalui layanan kepolisian 110 maupun layanan Pemkot Kediri 112.

”Jadi untuk komunikasi kita sudah membentuk satu tim penanganan bencana, tim reaksi cepat di masing-masing instansi, itu ada yang piket 1 kali 24 jam. Kemudian kita juga memberikan layanan, kalau di kami adalah layanan kepolisian 110, di Pemkot itu ada pelayanan 112. Nah, dari semua sumber kanal pengaduan itu kita manfaatkan dan komunikasi antarinstansi juga kita manfaatkan,” jelasnya.

Melalui kesiapan personel, sarana prasarana, dan sistem komunikasi tersebut, penanganan potensi bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!