Surabaya, Bhirawa
Atlet selam Kota Surabaya berhasil meraih juara umum di Pekan Olahraga Daerah (Popda) XV Jatim setelah meraih 8 emas, 6 perak dan 5 perunggu pada lomba yang digelar di Kolam Renang Dispora Jatim 3 – 4 November.
Peringkat kedua ditempati Kota Kediri dengan 7 emas, 8 perak, 2 perunggu, ketiga Kabupaten Malang 7 emas, 1 perak, 3 perunggu dan Sidoarjo di posisi ke empat 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Atlet selam Kota Surabaya berhasil meraih juara umum Popda XV Jatim setelah meraih 8 emas, 6 perak dan 5 perunggu .
Ketatnya persaingan antara peselam Kota Surabaya dan Kota Kediri terlihat sejak dimulai lomba. Para atlet asal dua kota itu mengeluarkan semua kemampuannya agar bisa mendulang emas. Hasilnya Surabaya meraih juara umum dengan selisih satu medali emas atas Kota Kediri.
Sementara itu Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jawa Timur bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur menilai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jatim menjadi ajang yang sangat efektif dalam menjaga rantai regenerasi atlet selam di Jatim.
Cabor selam selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Jawa Timur dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh karena itu, pembinaan berjenjang melalui event seperti Popda yang diikuti para pelajar dipandang strategis untuk mencetak atlet pengganti bertaraf nasional.
Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro yang hadir di lokasi lomba, mengungkapkan optimismenya usai melihat potensi dan catatan waktu yang diraih para atlet muda selam Popda XV. Menurutnya, bila para atlet pelajar ini terus didorong dan dibina secara konsisten, Jawa Timur memiliki peluang besar untuk mencetak prestasi nasional di masa depan.
“Regenerasi cabor selam di Jawa Timur berjalan sangat bagus. Banyaknya event yang diselenggarakan memberi kita banyak pilihan saat membutuhkan atlet yang diproyeksikan untuk ajang lebih besar, baik di Popnas maupun PON,” ujar Hadi Wawan, Rabu (4/11).
Lebih lanjut, Hadi Wawan menekankan pentingnya peta jalan (roadmap) pembinaan yang jelas agar setiap kejuaraan yang digelar termasuk kejuaraan lanjutan seperti Piala Gubernur memiliki fungsi penjenjangan yang saling melengkapi.
“Piala Gubernur nantinya menjadi bagian dari penataan pelapisan sesuai kebutuhan POSSI Jatim. Antara satu event ke event berikutnya harus ada strategi pembinaan agar tidak terjadi duplikasi, melainkan saling menguatkan penjenjangan atlet,” tambahnya.
Ketua POSSI Jatim, Mirza Muttaqien, mengaku terkejut sekaligus bangga dengan performa para atlet pelajar di Popda XV. Ia mencatat sejumlah atlet berusia sangat muda berhasil menajamkan rekor waktu yang mendekati standar nasional.
“Potensi mereka sangat luar biasa. Catatan waktunya sudah mendekati standar nasional, padahal pola latihannya masih tingkat kabupaten atau pelajar. Jika mereka nantinya masuk dalam sistem penjenjangan yang lebih mapan seperti Puslatda, progresnya tentu akan makin melonjak,” jelas Mirza.
Guna memperkuat iklim kompetisi dan memantapkan kesiapan para atlet, POSSI Jatim bersiap menggelar kejuaraan tingkat nasional dalam waktu dekat. Didukung penuh oleh Dispora Jatim, ajang tersebut rencananya dilaksanakan pada 18 – 20 Desember mendatang di Surabaya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pengurus POSSI se-Indonesia serta PB POSSI. Harapannya jadwal tidak bentrok dan fasilitas kolam renang di Surabaya yang berstandar nasional ini siap dimanfaatkan kembali secara maksimal,” tutup Mirza. wwn


