29 C
Sidoarjo
Sunday, April 19, 2026
spot_img

Sarat Prestasi, Loncat Indah Jatim Tak Punya Fasilitas Latihan


Surabaya, Bhirawa
Atlet loncat indah Jawa Timur sudah memberikan prestasi terbaik baik dikancah nasional maupun internasional, sayangnya cabang olahraga yang menjadi andalan Jatim di PON itu hingga saat ini belum punya fasilitas latihan.

Selama ini para atlet masih harus nunut atau menumpang latihan di fasilitas hotel di kawasan Darmo Permai, sehingga mereka harus berbaur dengan pengunjung hotel maupun masyarakat umum. Kondisi ini tentu sangat mengganggu latihan atlet.

Melihat kondisi itu, Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong Pemprov Jawa Timur untuk segera membangun fasilitas kolam khusus loncat indah guna mendukung pembinaan atlet secara maksimal.

Menurut Dewanti, selama ini cabang olahraga akuatik di Jawa Timur masih didominasi oleh renang, sementara disiplin lain seperti loncat indah, renang indah, dan polo air belum berkembang optimal, salah satunya karena keterbatasan fasilitas.

“Selama ini yang dikenal masyarakat hanya renang. Padahal dalam akuatik ada beberapa cabang lain, termasuk loncat indah, yang juga punya potensi besar jika didukung dengan fasilitas yang memadai,” ujar Dewanti saat membuka Kejurprov Loncat Indah dan Renang Indah di Kolam Primalaras Surabaya Sabtu (18/4).

Ia menilai, penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Akuatik 2026 di Kolam Renang Primalaras, Surabaya, menjadi momentum kebangkitan cabang-cabang tersebut. Tahun ini, seluruh disiplin akuatik akhirnya bisa kembali dipertandingkan.

Berita Terkait :  Musorkab KONI Kabupaten Nganjuk Tetapkan Ali Mahfud Kembali Pimpin Periode 2026–2030

“Alhamdulillah tahun ini semua cabang bisa melaksanakan kejuaraan, termasuk loncat indah dan renang indah. Ini menjadi awal yang baik untuk menghidupkan kembali olahraga ini,” katanya.

Dewanti mengungkapkan, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sebanyak 66 atlet dari 11 kabupaten/kota ambil bagian yakni Bangkalan, Gresik, Jombang, Kabupaten Kediri, Lamongan, Lumajang , Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto , Sidoarjo, Kota Pasuruan dan Surabaya. dengan banyak di antaranya merupakan atlet usia muda yang potensial. “Saya melihat banyak bibit baru yang masih muda dan bagus. Kalau dibina dengan baik, mereka bisa menjadi atlet nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Meski demikian, Dewanti menegaskan bahwa pengembangan loncat indah membutuhkan dukungan serius, terutama dari sisi infrastruktur. Ia berharap Pemprov Jawa Timur dapat memberikan perhatian lebih dengan menghadirkan fasilitas khusus loncat indah yang memadai. “Kami berharap pemerintah provinsi bisa membangun fasilitas kolam loncat indah. Ini penting agar pembinaan bisa lebih optimal dan atlet tidak kesulitan dalam berlatih,” tegasnya.

Sementara, Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro menambahkan, dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, prestasi loncat indah Jawa Timur di level nasional tergolong sangat membanggakan. Pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024, tim loncat indah Jatim berhasil meraih 6 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu, sekaligus keluar sebagai juara umum cabang olahraga loncat indah.

Dari total enam medali emas tersebut, atlet andalan Gladies Lariesa Garina Hagakore tampil dominan dengan menyumbangkan lima medali emas bagi Jawa Timur. “Sampai saat ini Jatim masih menjadi barometer Cabor Loncat Indah nasional, jadi fasilitas kolam sangat diperlukan karena selama ini kami masih sewa,” tuturnya. [wwn]

Berita Terkait :  Dunia Usaha dan UMKM Kota Batu Siap Dukung Porprov Jatim IX

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!